Diposting : 5 October 2016 12:44
Made ari wirasdipta - Bali Tribune
TNI
Keterangan Gambar: 
HANCUR - Sejumlah rumah eks TNI dihancurkan dan dicoreti cat sebagai ungkapan kepedihan

Tuban, Bali Tribune

Banyak selintingan terkait rencana memeratakan sejumlah bangunan rumah yang di huni para prajurit dan Purnawirawan TNI-AD di Tuban. Komplek perumahan yang terletak di belakang Kompi Raider 900 dan TONKAVSUS, ini kini kondisinya memprihatinkan sejak tiga bulan terakhir ini.

Pantauan di lokasi, lingkungan perumahan yang semula di huni lebih dari 80 KK terdiri dari delapan blok sudah dalam kondisi dihancurkan. Kendati belum diratakan dengan tanah, masih ada beberapa warga eks TNI yang tetap kukuh untuk menempati.

“Kita mau tinggal dimana lagi, dulu disini terlihat terang. Sekarang seperti rumah “hantu”. Ada sekitar lima KK saja yang masih bertahan,” aku seorang ibu paruh baya di perumahan yang sebelum hancur bernama Lingkungan Eka Dharma.

Dari penuturannya, sebelumnya semuanya menjadi sunyi. Awal Juni lalu, 2016 seluruh warga penghuni diberikan surat pemberitahuan untuk mengosongkan rumah. Dalam surat yang menggunakan Kop Kodam IX/Udayana, itu mereka diberikan batas waktu hingga awal Juli. Lantaran terkesan sangat mendadak, beberapa perwakilan warga mendatangi Makodam IX Udayana.

Tidak ada kejelasan apapun yang didapat di Markas TNI yang bertempat di Lapangan Puputan Denpasar itu dari nasib mereka terkait rencana penggusuran. “Awal Juli, kembali kami dapat penegasan untuk diberikan kelonggaran hingga awal Agustus. Semua warga resah, terutama para pensiunan, kalau yang masih aktif dapat pemindahan di rumah susun,” Sambung seorang Vetran TNI, pria yang terlihat masih kekar walau seluruh rambutnya memutih. 

Sambungnya, tidak ada pengganti apapun yang diberikan terkait ini. “Kami hanya diinformasikan disediakan ntruk untuk diantar ke kampung halaman. Kami yang berasal dari luar Bali, diantar sampai pelabuhan saja,” imbuhnya.

Lucunya, jelang HUT RI ke 71. Setelah sebagian warga memenuhi keluar dan membongkar sendiri bangunannya, jutru keluar selebaran penundaan penggusuran sampai batas waktu yang tidak ditentukanm.

Wajar jika beberapa warga yang masih bertahan melihat bahwa rencana penggusuran dikaitkan dengan politik bakal naiknya Mantan Pangdam IX/Udayana, Wisnu Bawa Tenaya. “Bisa saja ini upaya penggembosan suara bapak kita WBT. Jumlah kita disini pemilih, seluruhnya hampir 600 an, lumayan itu kalau raib,” Celoteh salah seorang pemuda setempat.

Untuk diketahui perumahan ini ada sejak jaman sebelum Kompi 741 dan bernama Raider 900 era tahun 70 an. Bisa dikatakan, para pensiunan TNI di perumahan ini adalah eks Prajurit elit Raider tahun itu. “Ini kan Raider sekarang, saya pensiunan Raider juga. Jadi Asrama di depan itu namanya dulu Raider 900, diganti jadi &! Kompi A kemudian dikembalikan lagi namanya menjadi raider 900,” Ungkap Manta Prajurit TNI di lingkungan Eka Dharma, Tuban.