Diposting : 25 October 2018 23:21
redaksi - Bali Tribune
Mr. Joger (tengah)
 
BALI TRIBUNE - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan “SRC Fest” di Denpasar, pekan kemarin. Hadir sebagai pembicara utama Mr. Joger, pemilik Pabrik kata-Kata Joger yang sharing peluang UKM di Bali. Selain Mr. Joger juga ada Christian F. Guswai, Cps selaku Consultant, Coach, Trainer, Grow & Prosper Retail Consulting.
 
 Tjok Ace yakin peluang pelaku UKM masih terbuka lebar, terutama dengan terus meningkatnya industri pariwisata di Bali. “Untuk mengembangkan potensi pelaku UKM di Bali, pemerintah daerah perlu bersinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pihak swasta, khususnya keahlian yang dimiliki sektor tersebut di bidang ritel. Dengan wawasan yang semakin terbuka, nantinya para pelaku UKM dapat menjadi lebih gesit dalam melakukan penyesuaian yang terbaik bagi bisnis mereka,” ujar Tjok Ace.
 
Mr. Joger dalam sharing menekankan pentingnya niat baik dalam upaya memulai suatu usaha. Sehebat apapun pola atau trik pemasaran bila tidak didasari niat baik yang tulus maka akan sulit bisa berkembang apalagi bersaing.
 
“Harus ada niat baik meskipun hasilnya belum tentu baik. Semua berpulang kepada kondisi, kemampuan dan niat kuat untuk berhasil baik. Kondisi dan kemampuan tiap orang berbeda, demikian pula permasalahan yang dihadapi berbeda pula. Jadi yang wajar-wajar saja,” jelas pemilik nama asli Joseph Theodorus Wulianadi ini.
 
Menurut Mr. Joger, apa yang diharapkan pemerintah terhadap pengusaha untuk bersiap menuju perubahan besar dalam menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0, tentulah baik tetapi kembali lagi, semua itu tidak harus menjadi sebuah kewajiban bagi pengusaha berskala kecil/pemula.
 
“Memang, pendekatan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan, tetapi perlu dilihat juga keadaan masing-masing pengusaha. Kalau pengusaha retail berskala kecil maka belum perlu menggunakan sistem pemasaran online. Ngapain online kalau tokonya dekat dengan masyarakat sekitarnya. Pemasaran online dibutuhkan oleh perusahaan besar berskala nasional,” sambungnya.
 
Mr. Joger mencontohkan perusahaan miliknya yang berskala nasional tetapi tidak menggunakan sistem pemasaran secara online. Pemasaran produk Pabrik Kata-kata Joger masih dilakukan secara konvensional. Dirinya tidak takut dengan persaingan usaha berdasarkan teknologi industri dengan menggunakan aplikasi tertentu.nom
https://www.instagram.com/hondafansbali/