Diposting : 13 December 2018 19:16
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
PASAR MURAH - Warga saat berbelanja pada Pasar Murah di Desa Kesiman Kertlangu, Denpasar Timur, Rabu (12/12).
BALI TRIBUNE - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, kembali menggelar program Pasar Murah, Rabu (12/12). Kali ini pasar murah menyasar warga Banjar Kertha Jiwa Desa Kesiman Kertlangu, Denpasar Timur.
 
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, IB. Anom Suniem mengatakan pasar murah ini digelar untuk meringankan beban masyarakat terutama menjelang hari besar keagamaan. Dikatakan, harga kebutuhan pokok yang dijual pada pasar murah tentu lebih murah dibandingkan dengan harga bahan pokok yang dijual di pasaran.
 
Harga gula di pasaran 12.000/ kg namun di pasar murah ini dibandrol 10.000/kg. Selain itu, minyak goreng ukuran 5 liter dijual Rp 61.000 yang pasarannya seharga Rp. 70.000, beras 10kg premium dijual Rp. 99.000 yang biasanya dipasaran Rp. 120.000 dan gas elpiji yang isi 3kg dijual dengan harga Rp 14.500 dimana biasanya di warung-warung dijual dengan kisaran Rp 20.000 dan ludes terjual, serta harga bumbu dapur juga lebih murah 15% dari harga dipasar pada umumnya. Tak hanya itu, berbagai kebutuhan keperluan Hari Raya Galungan dan Kuningan juga dibandrol dengan harga lebih murah, karena langsung mendatangkan distributornya.
 
Menurut Suniem, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggandeng Bulog dan TPID mengadakan kegiatan Pasar Murah selama bulan Desember sampai awal bulan januari 2019 di empat Kecamatan di Denpasar. Tak hanya itu, tanggal 16 Desember nanti, Pasar Murah juga hadir di Tukad Bindu berkolaborasi dengan Peken Nusantara yang ada di sana.
 
Lebih lanjut disampaikan pihaknya berharap hadirnya Pasar Murah ini ke beberapa Desa di Kota Denpasar dapat memberikan manfaat positif untuk masyarakat, khususnya dalam meringankan pengeluaran terhadap barang-barang kebutuhan pokok. “Kami berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam meminimalisasi pengeluaran khususnya dalam rangka menyambut Hari raya Galungan dan Kuningan yang sudah semakin dekat,” ungkapnya.
 
Sementara itu pada kegiatan pasar murah ini terlihat antusias masyarakat sangat tinggi, semua barang-barang ludes habis terjual dengan waktu yang singkat. Hal ini menunjukkan masyarakat sangat menginginkan pasar murah dapat dilaksanakan secara berkeseinambungan.
 
Sementara salah satu pembeli, Nyoman Murni mengaku sangat senang dengan hadirnya pasar murah ini. “Harganya memang terbukti lebih murah ya, sesuai dengan namanya pasar murah, pokoknya harganya miring-miring jadi bisa lebih irit juga,” ungkapnya.