Bali Tribune, Jumat 19 Januari 2018
Diposting : 12 January 2018 19:17
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
kebakaran
Keterangan Gambar: 
KEBAKARAN- Gara-gara ditinggal makan, kandang ayam milik I Putu Giri warga Banjar Tangis, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan hangus terbakar. Tampak, sejumlah petugas berusaha memadamkan api pada peristiwa yang terjadi, Rabu (10/1) malam lalu.

BALI TRIBUNE - Ada sekitar lima ribu anak ayam hangus terbakar setelah kandang ayam milik, I Putu Giri warga Banjar Tangis Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan terbakar, Rabu (10/1) malam lalu. Diduga, kebakaran disebabkan, kelalaian dari pemilik yang meninggalkan kompor penghangat ayam yang masih menyala di kandang.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula sekitar pukul 18.30 Wita yangmana Putu Giri bersama istrinya meninggalkan kandang untuk makan malam di rumahnya di Banjar Kelau, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.


Adapun jarak rumah dengan kandang dimaksud berjarak sekitar 2,5 Km. Saat ditinggal, kompor penghangat ayam sebanyak 8 buah dalam keadaan menyala. Maklum,di kandang tersebut terdapat anak ayam yang baru datang 3 hari yang lalu dengan usia 3 hari sehingga masih tahap Broding.


Selanjutnya sekitar pukul 20.00 Wita, seorang warga I Made Eka Ariana (30), datang ke rumah korban memberitahukan bahwa kandang ayam miliknya terbakar. Saat dicek, ternyata benar kandang miliknya telah terbaka.


Api yang membumbung tinggi melalap sebagian kandang berukuran 40x8 meter tersebut.


Selain kandang, Putu Giri mesti iklas kehilangan 5 ribu ekor anak ayam yang hangus terbakar serta ada 38 tabung gas, 8 kompor pemanas, kipas angin dan 100 galon air minum. Akibat peristiwa itu, korban menderita kerugian sekitar Rp 150 juta.


Kapolsek Pupuan, AKP IB Mahendra saat dikonfirmasi Kamis (11/1) kemarin membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kebakaran tersebut murni karena kelalaian korban karena meninggalkan kompor pemanas ayam dalam keadaan hidup di kandang tanpa ada yang mengawasi.


Terlebih lagi ungkap Kapolsek angin bertiup cukup kencang dan dinding kandang terbuat dari terpal dan mudah terbakar. Kerugian material diperkirakan sekitar 150 juta, dimana kejadian tersebut murni karena kelalaian dari korban yang meninggalkan kompor pemanas dalam keadaan hidup," jelasnya.