Diposting : 27 September 2016 14:34
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
pohon tumbang
Keterangan Gambar: 
TUMBANG - Pohon tumbang menimpa toko pakaian wanita di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Senin (26/9).

Denpasar, Bali Tribune

Hujan lebat disertai angin kencang  kembali membuat pohon perindang di Denpasar tumbang. Kali ini pohon tumbang menimpa salah satu toko pakaian wanita di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun pohon tumbang ini ditaksir mengakibatkan kerugian hingga belasan juta rupiah.

"Kejadiannya pukul 12.00 Wita. Pohon tumbang menimpa bagian depan toko pakaian. Tapi kami sudah kerahkan dua truk dan satu tim pemotong pohon ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Kasi Penanaman Pohon, DKP Denpasar, I Ketut Aryana, ditemui di lokasi, kemarin.

Dikatakan Aryana selain di Jalan Hayam Wuruk, kejadian pohon rumbang juga terjadi di kawasan Jalan Moh Yamin, Jalan Batu Jimbar, dan sejumlah lokasi lainnya. Terkait banyaknya pohon yang mulai tumbang, pihaknya mengaku DKP Denpasar telah menyiagakan tim siaga selama 24 jam. "Antisipasi bukan hanya pada musim hujan saja tetapi kami siaga setiap saat. Ketika ada laporan pohon tumbang kami langsung turun," katanya.

Menurut Aryana, pada musim hujan ini memang ada kecenderungan pohon-pohon tumbang. Namun demikian sejatinya hal ini sudah diantisipasi DKP Denpasar dengan melakukan perompesan dan peremajaan pohon.  "Kami sudah melakukan perompesan pohon. Mengurangi beban ketinggian pohon untuk mencegah pohon tidak tumbang. Setiap tahun kita rompes maksimal 300 pohon," ujarnya.

Selain perompesan pohon pihaknya juga telah memasukkan asuransi terhadap 54.115 pohon yang masuk kewenangan DKP Denpasar. Artinya pohon-pohon yang menjadi kewenangan DKP merupakan pohon-pohon yang ada di ruas jalan, sempadan jalan. "Kalau pohon perindang tersebut tumbang kami klaimkan asuransi. "Untuk peristiwa kali ini kami sudah klaimkan asuransi sekitar Rp. 5 Juta. Sementara untuk yang di sesetan karena bukan kewenangan DKP maka kami tidak klaimkan asuransi," ujarnya.

Ditanya terkait keberadaan pohon-pohon rawan tumbang yang ada di Denpasar, pihaknya mengaku tidak berani memastikan. Karena secara umum, pohon-pohon yang menjadi kewenangan DKP sudah dilakukan pemeliharaan secara berkelanjutan. "Dari 54.115 pohon yang diansuransikan semuanya sudah diansuransikan. Namun bagian mana yang rawan, kami tidak bisa prediksi. Yang jelas kami sudah berupaya maksimal," ujarnya.

Pihaknya pun menghimbau kepada warga Denpasar agar mengindari pohon-pohon besar yang ada. Diharapkan warga tidak memarkiran kendaraannya di bawah pohon mengingat pohon tumbang bisa saja sewaktu-waktu terjadi. "Kadang warga parkir di bawah pohon. Kami harapkan untuk sementara musim hujan dan angin kencang hindari parkir di bawah pohon," ujarnya.

Sementara pemilik toko, IB Putu Andi Sucirta, mengatakan, saat kejadian pohon tumbang ada salah satu karyawan sedang berada di dalam toko.  Beruntung karyawan tidak sampai menjadi korban. "Beruntung hanya bagian depannya saja. Kain tidak ada yang sampai kena," ujarnya.