Bali Tribune, Sabtu 27 Mei 2017
Diposting : 15 May 2017 19:30
I Made Darna - Bali Tribune
PROYEK
Keterangan Gambar: 
Para pekerja dibantu alat berat sudah memasang layer teratas proyek penguatan tebing di jalan longsor Petang-Pelaga di Banjar Angantiga , Minggu (14/5).

BALI TRIBUNE - Proyek penanganan longsor Jalan Raya Petang-Pelaga di Banjar Angantiga sedikit lagi rampung. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung telah berhasil membangun senderan tebing di sisi timur jalan yang ambrol pada akhir November Tahun 2016 tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Badung, AA Gde Dalem, Minggu (14/5), mengatakan, penguatan tebing telah mencapai layer teratas. Ia pun menargetkan dalam beberapa hari kedepan senderan tebing sudah rampung. “Sekarang sudah sampai pada layer teratas. Semoga pemasangan layer selasai dalam dua hari ini,” ujarnya.

Setelah layer rampung, maka akan dilanjutkan pemasangan saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U (U-Ditch). U-Ditch ini akan berfungsi sebagai saluran irigasi. Kemudian setelah itu baru dilakukan penebaran agregat jalan (butir- butir batu pecah, kerikil, atau pasir. Red) untuk pondasi jalannya.

“Setelah U-Ditch terpasang, jembatan sementara langsung kita bongkar sehingga kita bisa langsung melakukan penabaran agregat jalan,” kata pria yang akrab disapa Gung Dalem ini. Nah, kalau agregat jalan yang terdiri dari batu kerikil dan pasir ini disebar maka jalan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. “Kalau minggu depan agregat sudah terpasang, maka  minggu depannya lagi jalan sudah bisa dilalui kendaraan,” terangnya.

Kapan jalan diaspal hotmix? Gung Dalem mengatakan secepatnya. Namun pihaknya akan melakukan evaluasi dulu proyek sudah terpasang. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan. “Yang penting sudah bisa dilalui kendaraan dulu. Pengaspalan akan menyusul,” tukasnya.

Seperti diketahui penanganan longsor Jalan Raya Petang-Pelaga menelan dana Rp 6,7 miliar. Dana bersumber dari APBD Badung Tahun 2017.