Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 9 March 2018 09:23
Redaksi - Bali Tribune
pariwisata
Keterangan Gambar: 
ISTIMEWA – Dari sekian kali simulasi penanggulangan teroris yang diadakan Polda Bali, simulasi kemarin tampak istimewa karena selain dihadiri Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose juga disaksikan Wakil Duta Besar Inggris Juliet Maric Capeling.

BALI TRIBUNEPuluhan penumpang di terminal keberangkatan domestik Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (8/3) pukul 09.30 Wita dikagetkan oleh serangan tujuh orang teroris.

Para teroris tersebut melakukan penembakan membabi buta, mengakibat puluhan penumpang tewas. Beruntung, tim Anti Teror Brimob Polda Bali berhasil melumpuhkan mereka. Itulah gambaran singkat simulasi penanganan teroris di Pelabuhan Benoa, kemarin.

Simulasi yang dihadiri Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose dan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Juliet Maric Capeling OBE itu diawali dari sebuah speed boad warna putih tiba-tiba datang dengan 8 orang kru dan bersandar di dermaga penumpang.

Terlihat tujuh orang turun dari speed boad dengan membawa senjata api otomatis dan dua bom rakitan. Mereka langsung bergerak menuju kerumunan wisatawan yang akan memasuki terminal penumpang dan langsung menembaki wisatawan dan petugas security. Akibatnya, beberapa wisatawan mengalami luka tembak dan sisanya disandera di satu titik di dalam terminal. Tampak pula beberapa orang petugas dari PT. Pelindo mengalami luka tembak dan beberapa orang meninggal dunia. Sementara itu di wilayah perairan, unit-unit kapal dari Dit Pol Air Polda Bali melakukan pengamanan perairan, yaitu penghadangan pintu keluar Pelabuban Benoa agar tidak ada kapal keluar masuk pelabuhan mengingat situasi belum kondusif.

Sementara Kapolsek KP3 Laut Benoa yang mendapat  laporan adanya peristiwa tersebut langsung melaporkan kejadian itu secara berjenjang kepada Kapolresta Denpasar. Selanjutnya Kapolresta meneruskan laporkan kejadian tersebut ke Kapolda Bali untuk meminta bantuan pasukan Anti Teror dari Sat Brimob Polda Bali.

Atas perintah Kapolda Bali, Kasat Bribob memerintahkan tim Anti Teror untuk menuju tempat kejadian di Pelabuhan Benoa. Sementara situasi di lokasi kejadian, setelah berhasil melumpukan petugas di dermaga dan menyandera beberapa orang penumpang, ketujuh teroris menuju gedung domestik. Di dalam gedung tersebut mereka kembali melakukan penembakan membabi buta ke arah wisatawan dan petugas.

Setelah pasukan Anti Teror dari Sat Brimobda Bali tiba, langsung melakukan penetrasi melalui pintu belakang dan berhasil menembak teroris di dalam salah satu gedung dan melumpuhkan salah seorang teroris yang berusaha meledakkan bom rakitan di kerumunan wisatawan.

Merasa terdesak, akhirnya salah satu teroris melakukan aksi bom bunuh diri di dalam gedung tetminal dan tampak beberapa penumpang mengalami luka, bahkan ada yang meninggal dunia. Dikarenakan posisinya terdesak, maka salah seorang teroris berusah keluar dari dalam gedung menuju dermaga dengan menyandera salah satu wisatawan menuju speed boad dan teroris yang pada saat itu berada di atas speed boat berusaha bertolak meninggalkan dermaga guna melarikan diri.

Tim Anti Teror Dit Pol Air Polda Bali segera melakukan penyergapan dan berhasil melumpuhkan dua orang teroris serta menyelamatkan seorang sandera. Sementara itu dua teroris terlihat menuju halaman parkir pelabuhan dan menembak para wisatawan dan menghalangi petugas yang berusaha masuk ke gedung terminal.

Salah seorang teroris berhasil dilumpuhkan oleh tim Anti Teror, sedangkan satu   teroris yang terlihat menggunakan tas punggung menuju bus yang di dalamnya terdapat wisatawan yang hendak meninggalkan pelabuhan terdapat korban dari wisatawan yang mengalami luka tembak di dalam bus tetsebut.

Setelah tim Anti Teror berhasil melumpuhkan para teroris, maka unit Gegana Sat Brimobda Bali melakukan penyisiran ke seluruh lokasi guna memastikan bom yang kemungkinan dibawa oleh para teroris dapat ditemukan dan dijinakkan. Seorang anggota melakukan foto x-ray terhadap tas yang dicurigai sebagai bom. Namun hasil x-ray tidak ditemukan rangkaian yang dicurigai sebagai bom. Untuk menghindari adanya bahan berbahaya selain bahan peledak dan bom, Tim Jibom membuka tas dari jarak jauh menggunakan teknik rigging. Kemudian operator satu mengecek isi tas yang sudah terbuka tersebut. Setelah dirasa aman, tim bersama unit K-9 melaksanakan sterilisasi di TKP guna memastikan tidak ada bom.

 Petrus Reinhard Golose mengatakan, latihan tersebut dilakukan secara alami sehingga hasilnya dapat dikoreksi dan evaluasi. "Kalau di bandara tahun lalu dibilang adegannya bagus karena itu memang diskenariokan. Sedangkan yang di pelabuhan ini alami sehingga ada yang perlu dikoreksi, seperti petugas datang tidak langsung menolong para korban untuk dibawa ke rumah sakit sehingga menyebabkan ada yang meninggal dunia. Selain itu, tim Anti Teror datang tidak melalukan negosiasi dulu dengan para teroris tetapi langsung mengambil tindakan. Jadi, kelemahan seperti ini langsung kita tahu karena tidak ada skenario," ujarnya.

Sementara Juliet mengapresiasi latihan tersebut dan mendukung penuh upaya penanggulangan teroris mengingat Bali adalah daerah tujuan utama pariwisata internasional. "Kami mendukung penuh upaya penanggulangan teroris karena cukup banyak warga Inggris yang ada di Bali," tandasnya.