Diposting : 1 April 2019 23:05
Joko Mulyono - Bali Tribune
Bali Tribune/Suasana Pemilihan Miss Mina 2019.

balitribune.co.id | Denpasar – Setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan penilaian yang cukup ketat, akhirnya Putu Ayu Fionnita Maryana, mahasiswi Politeknik Negeri Bali, Semester-8 ini berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya, sekaligus didaulat sebagai “Miss Mina 2019”.

Fionnita, putri pertama dari tiga bersaudara pasangan I Wayan Sudartayana dan Ni Nyoman Warwati, merupakan finalis nomor urut 10 yang tampil memukau pada malam “Grand Final Miss Mina 2019” di Warung Mina Padangsambian, Denpasar, Minggu (31/3). Selain berhak mengenakan mahkota kejuaraan, Fionnita juga mengantongi dana pembinaan sebesar Rp2 juta serta dapat makan gratis selama setahun di Warung Mina.

Sebelum menjawab pertanyaan dewan juri dan memaparkan tentang pendapatnya seputar upaya penanggulangan sampah plastik, gadis kelahiran Denpasar, 7 Agustus 1997 itu menampilkan kepiawaiannya dalam fashion dance, yang ia persiapkan hanya dalam waktu 2 hari.

“Bersyukur dan senang banget, ketika nama Fionnita dipanggil dan terpilih sebagai “Miss Mina 2019”. Saat ambil nomor undian sempat "down", karena harus tampil sebagai finalis terakhir,” ujar Fionnita dengan nada bangga, saat dikonfirmasi “Bali Tribune” Senin (1/4).

Penyuka dunia modeling sejak di bangku TK itu, hingga saat ini aktif mengikuti ajang kontes bakat dan kecantikan, seperti pemilihan “Teruna Teruni Kota Denpasar”, “Jegeg Bagus Kabupaten Badung”, bahkan pemilik tinggi/berat badan 170 cm/53 kg itu pernah masuk dalam “Top Ten Putra Putri Kampus 2015”. Fionnita mengaku antusias mengikuti ajang “Miss Mina” ini setelah diberitahu dan mendapat support dari Mega Suari, guru fashion di Princess Agency, pertengahan Februari lalu.

Setelah berunding, dewan juri yang terdiri dari Gede Robi (Navicula), Ika Kusuma Dewi (Putri Femina 2015), Ketut Widi (Kita Art Community), dan Yanti Lollyta (Dewata Bridal), juga memutuskan juara runner up (Maria Ulfah), juara favorit (Ni Ketut Ceria Dewi), dan juara congeniality/persahabatan (Ni Luh Dian Rismayanti).

Kesepuluh finalis, sebelumnya mengikuti karantina selama empat hari, mulai Kamis (28/3) hingga Minggu (31/3), untuk mendapat pembekalan diri dari Cok Abi dan Ika Kusuma Dewi. Turut hadir, para musisi dan penyanyi Al Coust dan Marapu yang ikut memeriahkan acara yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan dan keluarga juga supporter para finalis.

Owner Warung Mina Group, I Wayan Agus Setiawan mengaku bangga dan bersyukur, karena banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menggelar event tahunan tersebut. “Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya, diikuti 36 peserta dan tahun lalu ada 30 peserta. Kami ingin mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, sekaligus mencari generasi muda yang punya talenta,” jelas Agus Setiawan, didampingi stafnya, Rian dan Tiwi, saat ditemui di sela acara tersebut.

Warung Mina kata Agus, mulai berdiri di Bali pada tahun 1994 dan hingga kini sudah berkembang menjadi belasan yang tersebar di Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masing-masing Warung Mina Peguyangan, Renon, Legian, Ubud, Dalung, Seminyak, Kuta Benesari, Batubelig, Mina Pelasa Hotel & Resto Legian, Mina Tanjung Hotel & Resto Lombok, Padangsambian, dan Warung Mina Mas, yang baru dibuka dua minggu lalu.