Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 19 May 2016 15:35
Arta Jingga - Bali Tribune
Pasraman
Keterangan Gambar: 
Kepala UPT. BLK-IP Provinsi Bali, Putu Sedhana memberikan arahan saat membuka pelatihan Mobile Training Unit (MTU) di Aula Pasraman Visadha Ashram, Jl. Raya Bedugul, Candi Kuning, Tabanan, Rabu (18/5) kemarin.

Tabanan, Bali Tribune
Dalam upayanya menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Bali khususnya di era globalisasi ini, Pemprov Bali melalui UPT. Balai Latihan Kerja Industri dan Pariwisata (BLK-IP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigras (Disnakertrans) Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang menyasar para remaja putus sekolah dan berasal dari keluarga tidak mampu. Diharap, pelatihan dimaksud dapat membantu mereka (remaja putus sekolah,red) mandiri dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Demikian disampaikan Kepala Disnakertran Provinsi Bali I Gusti Ngyrah Agung Sudarsana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala UPT. BLK-IP Provinsi Bali, Putu Sedhana saat membuka secara resmi pelatihan Mobile Training Unit (MTU) di Aula Pasraman          Visadha Ashram, Jl. Raya Bedugul, Candi Kuning, Tabanan, Rabu (18/5) kemarin.
Menurutnya, dengan memiliki ketrampilan para remaja tersebut diharapkan akan mudah  memperoleh pekerjaan maupun mampu mandiri dengan menciptakan peluang usahanya sendiri.
Lebih jauh dalam sambutan tersebut, melalui pelatihan berbasis kompetensi yang diberikan, para peserta diharapkan  mampu mangikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yg semakin pesat sehingga nantinya mampu bersaing dalam kesempatan kerja yang ada, serta bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja yang cepat berubah.
Untuk itu para peserta dihimbau mengikuti pelatihan dari pembukaan sampai penutup dengan disiplin sesuai aturan yang diterapkan serta sikap perilaku yang baik, agar bisa menguasai pengetahuan dan materi pelatihan yang diberikan untuk selanjutnya diterapkan di dunia kerja.
Terkait lokasi pelatihan, Kepala UPT. BLK-IP, Putu Sedhana menyebutkan, Pasraman Visadha Ashram yang didirikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika itu memiliki visi dan misi yang sejalan program pengentasan kemiskinan serta upaya menekan pengangguran yang dicanangkan Pemrov Bali melalui jalur pendidikan dan pelatihan terutama bagi generasi muda.
“Disamping juga Pasraman ini sudah memiliki fasilitas sesuai standar lembaga pelatihan, diantaranya sudah tersedia tempat praktik berupa bengkel serta memiliki mess tempat tinggal bagi para peserta untuk menginap,”sebutnya.
Sementara itu, Ketua Pasraman Visadha Ashram, Ketut Susrama, dalam laporannya menjelaskan, pelatihan terbagi menjadi 4 kegiatan berbeda yakni, pelatihan bengkel, tata rias, menjahit dan prosessing. “Tiap kegiatan diikuti oleh 16 orang peserta, dengan menyasar anak didik sebanyak 80 orang per-tahun,”ucapnya.
Untuk pelaksanaan tahun ini lanjut Susrama, pelatihan bengkel mendapat porsi lebih banyak yakni 2 kelas, sedangkan pelatihan lainnya baru bisa 1 kelas.
Ia pun mengapresiasi langkah pemprov dalam menyalurkan dana pelatihan kepada pesraman yang dikelolanya, yang sebelumnya berupa bansos, saat ini sudah dalam bentuk program kegiatan pelatihan sehingga terlaksana kegiatan yang berkesinambungan dalam setahun.
“Kami sangat berterimakasih kepada pemprov Bali atas program kegiatan pelatihan yang dilaksanakan disini saat ini. Kalau sebelumnya masih dalam bentuk bansos, jadi kegiatannya belum bisa berkelanjutan, kalau ada bansos baru kami bisa menyelenggarakan kegiatan, kalau tidak ada ya kami terpaksa rehat dulu karena terkendala dana. Namun sekarang kami bisa melaksanakan kegiatan setahun penuh,”ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan mekanisme pelatihan yakni 30 hari berupa pendidikan pengetahuan dan teori dan 30 hari berupa praktik magang langsung dibengkel, dengan pelatih yang berasal dari BLK, teknisi bengkel, maupun pelatih intern pasraman.
“Seusai pelatihan para peserta memperoleh sertifikat dan toolkit sebagai dukungan membuka usaha sendiri. Para peserta juga turut mendapat siraman rohani dan pelajaran meditasi dari penceramah pesraman untuk meningkatkan pengetahuan agama para peserta. Sebagai tempat magang, pelatihan tersebut juga bekerjasama dengan pihak Astra Motor, yang selam ini juga mendukung pelatihan bengkel,”pungkas Susrama.