Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 5 September 2017 17:02
Release - Bali Tribune
ngaben
Keterangan Gambar: 
Wagub Ketut Sudikerta terima wejangan dari Ida Pandita saat menghadiri prosesi ngaben kinembulan yang dilaksanakan Ikatan Warga Bugbug (IWB) Singaraja, di Kampung Anyar Buleleng, Minggu (3/9) petang lalu.

BALI TRIBUNE - Kebersamaan warga Bugbug yang merantau ke Kota Singaraja mendapat apresiasi Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Kebersamaan dimaksud patutlah dicontoh krama Bali lainnya khususnya mereka yang berada di daerah perantauan.

Demikian disampaikan Wagub Sudkerta saat hadir pada rangkaian ngaben kinembukan II Tahun 2017, Ikatan Warga Bugbug (IWB) Singaraja, di Kampung Anyar, Buleleng, Minggu (3/9) petang lalu.

Menurut Sudikerta, hal ini merupakan wujud gotong-royong warga Bugbug di perantauan yang patut diapresiasi dan di contoh oleh warga lainnya.

"Selain memudahkan masyarakat dalam pembiayaan, Pengabenan Kinembulan yang dilakukan juga mampu meningkatkan semangat gotong royong yang tentunya lebih menguatkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan ditengah-tengah warga bugbug di perantauan," ujar Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, masyarakat diminta tidak malu dengan pelaksanaan Ngaben secara bersama atau massal. Menurut Sudikerta, terkadang masyarakat terpaku agar terlihat punya atau mewah dengan melaksanakan Ngaben secara pribadi.

"Masyarakat jangan malu kalau melaksanakan Ngaben secara Massal karena takut tidak terlihat mewah," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudikerta juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga tatanan pelaksanaan upacara sesuai dengan tatwa untuk mampu menciptakan keharmonisan secara sekala dan niskala.

Sementara itu Ketua Panitia Pengabenan Kinembulan II IWB Singaraja Tahun 2017, Ida Bhawati Rai mengatakan, dalam kegiatan kedua kali pengabenan bersama itu dilakukan, IWB Singaraja membuka diri untuk mengajak masyarakat diluar warga Desa Bugbug diperantauan untuk terlibat secara langsung dalam pengabenan tersebut.

“Selain dari desa Bugbug sendiri, ada juga dari Kaliuntu, dari Kampung Anyar, dari Blahbatuh, Banjar Jawa dari Kelurahan Banyuasri yang mengikuti acara ini,” papar Ida Bhawati Rai.
Ditambahkan Ida Bhawati Rai, secara keseluruhan pada puncak Pengabenan Kinembulan melibatkan 93 ngaben/sawa, 166 nyekah, 16 ngelungah dan 81 ngerapuh.

Disisi lain, Ketua IWB Singaraja, Gde Wisnaya Wisna mengakui, kegiatan pengabenan kinembulan telah menjadi agenda tetap setiap empat tahun.

Dia menyebutkan, kegiatan yang dilakukan secara bersama ini mampu mendorong warga untuk melakukan pengabenan secara murah, sehingga tidak menjadi beban secara turun-temurun.
Wisnaya menambahkan, dalam pelaksanaan pengabenan kinembulan tahun ini, keluarga yang terlibat didalamnya hanya dikenakan biaya sebesar Rp 2juta.

“Dengan biaya yang kita tekan semurah mungkin mereka bisa kemudian mengangkat leluhurnya untuk diproses dalam pengabenan itu, nah tentunya juga dari sisi wewidangan tidak lagi banyak bebatang yang ada dibawah, tertanam puluhan tahun,” pungkasnya.