Diposting : 13 September 2017 18:25
Redaksi - Bali Tribune
ICNT
Keterangan Gambar: 
APRESIASI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi atas terpilihnya Gianyar sebagai tuan rumah ICNT saat gala dinner.

BALI TRIBUNE - Setelah event akbar, Internasional Conference of National Trusts (ICNT) ke-17 dibuka di Pantai Masceti yang ditandai dengan pelepasan tukik dan penaikan layang-layang, pihak panitia menggelar Gala Dinner di Rumah Pancoran Banjar Nyuh Kuning Ubud, Gianyar (11/9) malam.

Rumah pancoran yang merupakan rumah Ketua Dewan Pembina Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Hashim Djojohadikusumo, dipilih lantaran pihak panitia ingin memberikan kesan berbeda. Konferensi tidak melulu di hotel berbintang melainkan bisa di pedesaan untuk memberikan kesan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan merasakan langsung budaya mereka. Konferensi sarat dengan suasana kekeluargaan dimana seluruh delegasi dan undangan berbaur tanpa batas.

Acara diawali dengan Tari Pucuk yang merupakan maskot Kabupaten Gianyar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya  mengapresiasi atas terpilihnya Gianyar sebagai tuan rumah pelaksanaan International Conference of National Trusts (ICNT) ke-17. Ia menambahkan bahwa Bali merupakan pulau surga, pulau dewata, pulau para dewa dan pulau yang demokratis. Bahkan artis sekelas Julia Robert membuat film yang berjudul Eat Pray Love di Bali yang banyak memperkenalkan adat dan budaya Bali dan melibatkan para seniman Bali. Pariwisata merupakan aktivitas ekonomi sebagaian masyarakat Bali, sehingga pariwisata merupakan sektor andalan dalam pembangunan di Bali. Untuk menopang kegiatan pariwisata Bali ditopang oleh Taksu.

Taksu merupakan suatu pancaran sakti atau energi maya sebagai kekuatan kharisma yang secara gaib dapat masuk kedalam diri seseorang  dan mempengaruhi hasil suatu kreatifitas seseorang sehingga suatu karya seni dikatakan hidup. Bali sebagai pulau pariwisata budaya juga mempunyai filosofi Tri Hita Karana. Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagiaan dan “Karana” yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan”.

Dimana diantaranya yaitu parhyangan merupakan hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan, pawongan hubungan yang baik antar sesama manusia, dan palemahan merupakan hubungan yang baik manusia dengan alam. Diakhir sambutannya Gubernur Mangku Pastika mengajak seluruh delegasi untuk memperkenalkan dan mengajak wisatawan untuk berwisata ke-Bali. Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan pementasan tari Joged Bumbung dimana para delegasi ikut menari dengan sang penari (Ngibing) dan acara diakhiri dengan live music.