Diposting : 15 March 2019 23:14
habit - Bali Tribune
Bali Tribune/ags Gunung Agung erupsi menyemburkan awan panas setinggi 1.000 meter

Amlapura | Bali Tribune.co.id - Letusan Gunung Agung yang terjadi Jumat (15/3) sekitar pukul 18.27 Wita dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 1.000 meter, menyebabkan sejumlah titik di Kabupaten Karangasem diguyur hujan abu.

Letusan kemarin, juga mengejutkan warga yang tinggal di kawasan zona merah radius 4 kilometer dari kawah Gunung Agung, mengingat sebelumnya gunung tersebut nampak tenang tanpa ada hembusan asap.

Berdasarkan Magma Volcano Eruption Notice (Magma VEN) yang dikeluarkan oleh PVMBG Kementerian ESDM, erupsi atau letusan yang terjadi Jumat kemarin terekam oleh Seismogram di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, dimana ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 1.000 meter di matas permukaan kawah.

Kolom abu vulkanik terpantau cukup tebal berwarna abu kehitaman dan arahnya condong ke barat. Erupsi yang terjadi kemarin, dari data yang terekam oleh Seismogram memiliki amplitudo maksimum 23 milimeter dan berdurasi 1 menit 23 detik.

Adapun daerah-daerah di Karangasem yang terpapar abu vulkanik, di antaranya Banjar Dinas Tontongan, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Banjar Dinas Karang Sari, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Desa Tianyar Timur dan Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu.

Terkait dengan erupsi yang terjadi kemarin, Kasubid Mitigasi dan Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG Kementerian ESDM, Devy Kamil Syahbana, kepada koran ini Jumat malam menjelaskan, erupsi yang terjadi kemarin itu tergolong erupsi kecil karena masih adanya pergerakan magma di bawah permukaan. “Tapi pergerakannya ini masih belum  terlalu besar,” tegasnya.

Mengingat status Gunung Agung yang masih pada level Siaga, Devy Kamil menyebut erupsi yang terjadi kemarin merupakan hal wajar. Namun menurutnya, potensi erupsi yang terjadi saat itu ancamannya masih di dalam radius 4 kilometer dari kawah.

Pihaknya mengingatkan sekaligus mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Agung untuk tidak berada apalagi beraktivitas dalam radius berbahaya atau zona merah. “Untuk yang berada di luar radius bahaya 4 kilometer, bisa tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya menambahkan.

 Sementara ini aktivitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali masih berjalan seperti biasa karena erupsi yang terjadi kemarin itu tidak mengganggu aktivitas penerbangan mengingat erupsi itu tergolong kecil.ags