Bali Tribune, Jumat 23 Juni 2017
Diposting : 19 May 2017 17:32
Djoko Purnomo - Bali Tribune
PS BADUNG
Keterangan Gambar: 
PS Badung saat menjamu Persekap Pasuruan

BALI TRIBUNE - Peluang PS Badung 50:50 (fifty-fifty) untuk membawa poin dari tuan rumah Madura FC dalam lanjutan babak penyisihan Grup 7 Liga 2, di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (20/5) besok. Namun anak-anak PS Badung harus mengetahui titik kelemahan dari lawannya itu.

Slamet Riadi Lantaran tahu diri akan kemampuan Madura FC jika tampil di markas sendiri, PS Badung menilai jika peluangnya untuk mencuri poin fifty-fifty, saat keduanya terlibat bentrok pada pekan kelima babak penyisihan Grup 7 Liga 2, di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Sabtu (20/15).

Pelatih Kepala Keris Badung—julukan PS Badung, Syahrial Effendi mengatakan peluang fifty-fifty itu merupakan prediksi secara umum karena pihaknya belum tahu sama sekali alias buta akan kekuatan Madura FC secara riil. Meski dia sudah tahu Madura FC sangat sulit dikalahkan di kandang sendiri.

“Pastinya kami semua butuh kerja keras jika ingin mencuri poin. Memang cukup berat karena Madura FC selalu tampil impresif ketika tampil di depan publiknya sendiri. Tapi kami tak akan menyerah begitu saja. Terpenting anak-anak harus berupaya tinggi untuk bisa meraih hasil. Kami sejauh ini belum tahu kekuatan lawan,” kata Syahrial Effendi ketika dihubungi, Kamis (18/5).

Tak hanya itu, mantan pelatih tim sepakbola PON Sumatera Utara (Sumut) pada PON Jawa Barat (Jabar) 2016 silam itu juga enggan secara rinci untuk menilai kiprah pemain senior Madura FC, Okto Maniani.

“Peran pemain senior di tim memang sangat penting juga. Tapi kalau pemain senior itu tidak bekerja sama dengan tim, maka akan sulit juga. Saya rasa kemampuan Okto Maniani di tim tuan rumah sepertinya sama saja dengan pemain senior kami,” tambahnya.

Kelebihan bermain di kandang sendiri bagi Madura FC, lanjutnya, memang patut untuk diwaspadai. Apalagi Madura FC kini dalam posisi runner up di klasemen sementara, yang pastinya tak ingin kehilangan posisi itu, dengan tak ingin kehilangan poin.

“Ini tantangan tersendiri bagi para pemain PS Badung, untuk bisa memberikan perlawanan ketat dengan mencoba melakukan serangan balik yang akurat sebagai taktik dan strategi tersendiri. Fokus dan konsentrasi harus menjadi faktor utama yang harus diperhatikan,” tutup Syahrial seraya menambahkan, jika dirinya bakal menurunkan pemain yang memang konsisten menjaga daerahnya, dan ditentukan siapa pemain itu pada pagi hari sebelum sore harinya berlaga.

Berita Terkait