Bali Tribune, Senin 18 Desember 2017
Diposting : 23 July 2016 10:48
habit - Bali Tribune
presiden
Keterangan Gambar: 
TINJAU - Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri saat meninjau proyek P3SON di Hambalang, beberapa waktu lalu.

Surabaya, Bali Tribnune

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menargetkan proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dilanjutkan paling lambat 2018. Nantinya, kata Cak Imam, sapaan akrabnya, Kompleks Hambalang itu tetap akan digunakan.

“Kami masih membutuhkan banyak sarana olahraga, nanti tetap akan kita gunakan,” kata Cak Imam, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (22/7). Menurut Cak Imam, dirinya secara pribadi ingin kompleks Hambalang segera dibangun pada 2017. Tapi, saat ini masih dikaji pembangunannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Presiden Joko Widodo juga ingin proyek agar kompleks Hambalang dimanfaatkan. Korupsi membuat pembangunan proyek sarana prasarana P3SON di Hambalang tahun anggaran 2010-2012, mangkrak. Proyek di atas lahan 32 hektare ini menyeret sejumlah petinggi Partai Demokrat, yakni Anas Urbaningrum, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Angeline Sondakh, dan Nazaruddin.

Dijarah

Saat meninjau Wisma Atlet Hambalang di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, beberapa bulan lalu, Presiden Joko Widodo dibuat geleng-geleng kepala. Bangunan proyek yang dihentikan 2012 silam itu berantakan dan jadi objek jarahan para pencuri.

Aksi penjarahan di Wisma Atlet sudah terjadi sejak proyek dihentikan. Dalam kurun 2013 dan 2014, polisi beberapa kali mengungkap kasus pencurian di Wisma Atlet. Beberapa di antaranya sudah selesai hingga proses pengadilan dengan barang bukti berupa potongan kabel dan besi.

Kepala Kepolisian Sektor Citeureup yang kala itu dijabat Komisaris Polisi Muhammad Chaniago, mengakui Wisma Atlet masih rawan pencurian. Untuk mencegah terulangnya pencurian di tempat ini, tenaga keamanan pun ditambah. “Selain satpam, ada dua personel polisi yang berjaga,” katanya.

Dalam laporan yang dirilis Metrotvnews.com, sedikitnya terdapat empat petugas jaga di gerbang Wisma Atlet. Satu orang di antaranya mengenakan kaus satuan pengamanan, sementara tiga lainnya memakai pakaian sipil. Menurutnya, penjagaaan Wisma Atlet dilakukan empat personel siang dan malam.

Warga tidak bisa sembarangan keluar masuk ke sana dan harus menyertakan izin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Salah satu kasus pencurian di Wisma Atlet terungkap pada 15 Januari 2014 lalu. Saat itu tiga pelaku tertangkap tangan mencuri kabel.