Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 5 August 2017 11:31
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Kuta Sea Sand Land
Keterangan Gambar: 
Saat konferensi pers dan launching Kuta Sea Sand Land

BALI TRIBUNE - Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun 2017 ini Desa Adat Kuta dan LPM Kuta turut menjadi bagian dalam menjaga persatuan serta kesatuan bangsa yang diimplementasikan pada sebuah "Beach Festival". Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah event pariwisata yang berkelanjutan serta memberikan efek positif kepada seluruh unsur masyarakat dengan saling menghargai dan mencintai keanekaragaman.

Beach Festival merupakan kegiatan tahunan yang selalu ditunggu oleh seluruh masyarakat lokal, wisatawan mancanegara sebagai perayaan Kemerdekaan Indonesia berskala international di Pantai Kuta. Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman budaya atau tingkat heterogenitas yang tinggi sehingga mempunyai keunikan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi dilandasi oleh Bhineka Tunggal Ika, namun dalam penjalanan waktu keragaman itu menjadi issue yang besar dalam suatu perbedaan.

Lurah Kuta, Wayan Daryana saat launching Kuta Sea Sand Land di Kuta, Badung, Jumat (4/8) mengatakan bahwa event tersebut agar menjadi ruang dan dimanfaatkan masyarakat Kuta. Pihaknya berharap stakeholder di Kelurahan Kuta bersinergi dalam kegiatan ini yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata di Kelurahan Kuta sebagai kawasan yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bendesa Kuta, Wayan Swarsa menjelaskan sebagai kawasan wisata internasional memerlukan berbagai inovasi atraksi wisata baik berupa event/ festival pariwisata. Festival yang diselenggarakan tersebut selain untuk menarik kunjungan wisatawan juga memberikan ruang bagi pemuda di Kelurahan Kuta untuk berkreativitas namun tetap mengutamakan sentuhan seni dan budaya Bali. "Kita tegas katakan tidak ada kegiatan di Pantai Kuta yang tidak mengangkat nilai-nilai budaya. Kegiatan ini bahwa tidak ada hal-hal bertentangan dengan tatanan sosial. Tidak ada pesta pora yang demikian liarnya. Karena Pantai Kuta bukan untuk itu. Apalagi kita membicarakan perayaan 17 Agustus," tegas Swarsa.

Kuta Sea Sand Land memiliki ideologi yang menyatukan tiga unsur utama di Tanah Air Indonesia. Sea menggambarkan kekuatan bahari Indonesia yang sejak dahulu merupakan kebanggaan Nusantara sedangkan Sand mewakili keragaman Nusantara, tetapi tetap merupakan satu kesatuan Indonesia. Land adalah, dimana rakyat Indonesia menjunjung tinggi persatuan, sebagai akar dari bangsa yang menghargai keragaman, dan mencintai Tanah Air Indonesia. Ketiga unsur tersebut disatukan oleh udara, yang merupakan unsur utama dalam kehidupan dan layak diangkat dalam sebuah event di Pantai Kuta.

Kuta Sea Sand Land berlangsung di Pantai Kuta pada 15-19 Agustus 2017 mendatang mulai pukul 12.00-23.00 Wita. Sedangkan pada 17 Agustus,  menjadi puncak perayaan Kemerdekaan Indonesia yang digelar di Pantai Kuta. Parade Nusantara yang akan melibatkan 14 Banjar di Kuta dan kesenian traditional Nusantara ini menjadi pawai/atraksi disepanjang Jalan Pantai Kuta saat acara pembukaan pada 15 Agustus 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Badung, Made Badra mengatakan agar festival ini dikemas sesuai konsep kekinian. Sehingga festival tersebut dapat menjadi daya tarik wisatawan dan target 6  juta wisatawan mancanegara dan 8 juta domestik yang berkunjung di Kabupaten Badung pada 2017 ini akan terpenuhi. Sedangkan dikatakan Badra khusus untuk event Kuta Sea Sand Land dalam sehari ditargetkan 20 ribu pengunjung. "Sampai saat ini domestik yang berkunjung di Badung sekitar 5 juta lebih. Sedangkan wisatawan internasional hampir mendekati 3 juta kunjungan. Kita masih ada waktu untuk mencapai target itu," bebernya.