Diposting : 19 May 2018 16:31
I Made Darna - Bali Tribune
kenaikan
Keterangan Gambar: 
Para penjual perlengkapan upakara mulai berderet di Jalan Raya Kapal-Sempidi, Mengwi.

BALI TRIBUNE - Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan penjual janur perlengkapan penjor mulai menjamur di Jalan Raya Kapal-Sempidi, Kecamatan Mengwi. Pedagang musiman inipun diserbu pembeli yang mencari perlengkapan dan sarana upakara Galungan, seperti sampian, gelungan dan pernak-pernik lainnya.

Pantauan di lapangan, pedagang mematok harga Rp 17-20 ribu (sampian kecil), pelengkungan atau gelang-gelang Rp 35 ribu isi 5 biji, padi-padi Rp 35 ribu isi 10 batang. Sedangkan untuk hiasan janur penjor ukuran besar harga komplit bisa lebih dari Rp1 juta.

Nyoman Arta seorang penjual janur musiman di Kelurahan Kapal mengaku hampir tiap Galungan menjual hiasan janur dipinggir jalan. "Ini merupakan perkerjaan sambilan bagi masyarakat di Kapal,” ujarnya, Jumat (18/5).

Hiasan janur dari duan ental ini, kata dia didatangkan dari Gianyar dan Karangasem. “Beberapa memang diproduksi disisi, Tapi kebanyakan untuk janur dan hiasannya kami datangkan dari Gianyar,” kata Arta.

Disinggung soal harga, Arta mengaku mengalami kenaikan dari Galungan sebelumnya. Kenaikan harga ini karena semakin langkanya mendapatkan daun ental. “Biasa karena permintaan banyak, otomatis harga sedikit naik. Bagi masyarakat yang sibuk biasanya sihnggak masalah,” jelasnya.

Sehari pihaknya mengaku bisa dapat berjualan rata-rata Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. “Biasanya semakin mendekati Galungan pembeli makin banyak. Tapi, sekarang sudah mulai ramai,” tukasnya.