Bali Tribune, Minggu 22 April 2018
Diposting : 5 May 2017 18:20
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
track
Keterangan Gambar: 
RUSAK - Joging track di Pantai Cupel kini kerusakannya semakin parah.

BALI TRIBUNE - Sejumlah infrastruktur di Jembrana kini kondisinya memprihatinkan. Seperti jogging track di pesisir pantai Desa Cupel, Negara. Senderan tanggul pengaman abrasi yang dibangun oleh Balai Sungai Bali Penida, Kemernterian PUPR tersebut sejak sejak setahun belakangan kondisinya jebol. Kendati kerusakannya sudah cukup lama, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda dilakukan penanganan.

Pantauan disepanjang ruas jogging track diatas senderan tanggul pengaman abrasi yang dibangun beberapa tahun lalu itu tanpak amblas dan jebol dibeberapa titik. Sejumlah warga yang bermukin dikawasan pesisir ini ditemui, Kamis (4/5), mengatakan jebolnya  jogging track yang dibangun menggunakan paving merah tersebut sudah sekitar setahun lalu. Salah seorang warga Cupel, Suad mengungkapkan ada sejumlah kerusakan dibeberapa titik disepnajang senderan tersebut. Warga menyayangkan kerusakan yang terjadi tersebut tidak dilakukan penanganan dan intansi terkait seolah membiarkan begitu saja fasilitas umum tersebut kerusakannya semakin parah.

Joging track tersebut selain ramai dilalui oleh warga sekitar yang beraktifitas dipantai, juga setiap harinya ramai digunakan oleh warga dari luar desa untuk jalan-jalan, bersepeda dan berolahraga menikmati suasana pantai. Namun dengan keberadaan jogging track yang amblas disejumlah titik tersebut, kini warga yang melaluinya harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh dan terjerembab. Terlebih saat malam hari tanpa ada lampu penerangan. Warga berharap rusaknya hasil proyek senderan dan jogging track yang dibangun akhir 2014 lalu tersebut bisa segera mendapat penanganan dari pihak terkait sebelum jatuh korban dan kerusakannya semakin parah dan meluas.

Pihak Balai Sungai Bali-Penida Kementerian PUPR hingga Kamis kemarin belum bias dikonfirmasi terkait dengan amblasnya jogging track pada senderan penahan abrasi di Pantai Desa Cupel, Negara tersebut. Namun sebelumnya menanggapi banyaknya keluhan dan protes dari warga, Wayan Riasa dari Balai Sungai Bali-Penida sempat mengatakan akan melakukan pengecekan dan berkordinasi dengan pihak Satuan Kerja (Satker) terkait.