Diposting : 25 May 2018 21:53
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
IGN Jaya Negara
Keterangan Gambar: 
Sembako - Plt. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyerahkan bantuan sembako pada para jumantik, Kamis (24/5) di Gedung Sewaka Dharma.
BALI TRIBUNE - Jumlah kasus demam bedarah dangue (DBD) mengalami penurunan seginifikan di Kota Denpasar. Penurunan tersebut tidak terlepas dari peran serta semua pihak terutama kerja keras para juru pantau jentik (jumantik). Atas kerja keras para jumantik mendapat apresiasi langsung dari Plt. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Apresiasi tersebut disampaikannya usai menyerahkan bantuan sembako pada para jumantik, Kamis (24/5) di Gedung Sewaka Dharma.
 
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras para jumantik sehingga jumlah kasus DBD di Kota Denpasar menurun sangat signifikan. Bahkan peran jumantik ini telah membentuk jumantik mandiri dibeberapa desa/lurah," ujarnya. Lebih lanjut Jaya Negara berharap dengan terbentuknya jumantik mandiri semakin banyak dapat menekan kasus DBD di wilayah Kota Denpasar.
 
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini menambahkan jumlah kasus yang terjadi ditahun 2017 menurun sebanyak 67,5 persen dibandingkan tahun 2016. "Baru ini kami merasa bangga karena sebagaian besar daerah di Kota Denpasar dapat menekan kasusnya," ujarnya.
 
Penurunan ini tidak terlepas dari kerja keras para jumantik termasuk juga mereka mampu membina masyarakat untuk menjadi jumantik mandiri. Saat jumlah jumantik yang ada di Kota Denpasar sebanyak 474 jumantik dan koordinator. Dari jumlah tersebut telah mambu membentuk 48.756 atau 143.745 KK jumantik mandiri yang telah dilatih. Dengan keberadaan jumantik mandiri tersebut masyarakat semakin mengetahui dan  semakin sadar bahaya kasus DBD di Kota Denpasar. Disamping membentuk kader jumantik mandiri di masing-masing desa/lurah Sri Armini mengaku telah membentuk jumantik mandiri di beberapa sekolah dasar. Di tahun 2018 telah terbentuk 4140 kader jumantik mandiri dari 34 sekolah dasar yang ada di Kota Denpasar.
 
Sri Armini menambahkan meski terjadi penurunan kasus DBD, pemerintah Kota Denpasar tetap melaksanakan penyemprotan massal (fogging massal). Karena bulan Nopember dan Desember merupakan bulan musim penghujan, sehingga akan menyebabkan banyaknya genangan air seperti pada kontainer, selokan, tempat-tempat plastik ataupun kaleng bekas, kulit buah-buahan, lobang batu dan lainnya.
 
"Hal itu tentunya menjadi tempat yang sangat potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bersarang dan berkembang biak yang berakibat pada meningkatnya penularan penyakit DBD sehingga sering kali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB)," ucapnya.
 
Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam maupun di luar rumah. Salah satu bentuk kegiatan yang paling efektif dan efisien untuk tujuan tersebut adalah PSN.
 
"Kami selalu menyosialisasikan kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan terutama melaksanakan PSN Plus," ujar Sri Armini didampingi Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Diskes Denpasar Ida Bagus Gede Eka Putra.
 
Fathurrahman koordinator jumantik Denpasar Utara II mengatakan pihaknya terus berupaya mendidik masyarakat untuk manjadi jumantik mandiri. Sehingga pencegahan terhadap kasus DBD semakin efektif dengan keterlibatan masyarakat secara mandiri.