Diposting : 27 September 2017 20:12
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Anak Agung Gede Yuniartha Putra
Keterangan Gambar: 
Anak Agung Gede Yuniartha Putra

BALI TRIBUNE - Dinas Pariwisata Daerah Bali saat ini sedang menyiapkan informasi riil terkait aktivitas Gunung Agung untuk para wisatawan. “Hal ini supaya wisatawan mengetahui seperti apa kondisi yang sebenarnya. Yang jelas wisatawan tidak kita perbolehkan melakukan aktivitas sepanjang 12 kilometer dari Gunung Agung,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra di Denpasar, Selasa (26/9).

Menurutnya, saat ini di luar radius 12 kilometer dari Gunung Agung masih tetap dilakakukan aktivitas wisata seperti di Tulamben, Amed. Sekarang ini dikatakan Yuniartha banyak beredar informasi yang simpang siur terkait peningkatan aktivitas Gunung Agung. Bahkan ada yang menyatakan situasi saat ini sudah sangat gawat.

“Jadi saya minta ke teman-teman media bagaimana menceritakan ini jangan sampai nanti salah menulis kemudian banyak korban dan sebagainya. Tanyakan hal yang pasti tentang Gunung Agung ke BPBD Karangasem atau BPBD Provinsi Bali itu yang tau akurat, persis. Jangan sampai kayak kemarin ditunjukkan gunung yang meledak,” papar Yuniartha.

Informasi yang siampang siur dan melebih-lebihkan itu kata dia akan mempengaruhi Bali sebagai destinasi wisata internasional. “Saya katakan (tersebarnya informasi yang tidak benar) ini akibat Bali sebagai the best destination in the world. Banyak ada negara kompetitor yang mungkin tidak suka dengan kita dibuatlah seperti itu (informasi yang merugikan pariwisata Bali),” katanya.

Pihaknya meminta agar media lokal, nasional dan internasional tidak membuat berita-berita yang tidak benar terkait status aktivitas Gunung Agung. Hal ini selain membuat bingung masyarakat setempat juga akan memicu kekhawatiran wisatawan yang akan berlibur di Bali sehingga berdampak pada kunjungan wisatawan. Padahal kondisi Gunung Agung hingga saat ini belum meletus namun beberapa informasi telah tersebar jika Gunung Agung telah meletus.

“Kondisi ini pasti akan berimbas kepada wisatawan dari mulut ke mulut. Ditambah travel warning yang dilakukan oleh beberapa negara ada 4 Singapore, Australia, Amerika dan British. Saya menanggapi positif travel warning ini. Tapi travel ban, stop. Nah ini yang berbahaya. Saya harap minat wisatawan ke Bali lebih banyak,” jelas Yuniartha. Disebutkannya hingga Agustus 2017 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali tercatat hampir 4 juta wisman. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan tahun 2016 lalu.

Sementara itu sejumlah wisman mulai mempertanyakan kondisi Gunung Agung baik melalui email dan telepon di sekretariat Bali Tourism Board (BTB). Sejak kemarin, Senin (25/9) telah ada 26 wisman dari berbagai negara yang meminta informasi secara jelas terkait aktivitas Gunung Agung. Apakah kondisinya saat ini aman untuk mereka melakukan perjalanan wisata di Bali.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan jika kondisi ini harus direspon dengan cara yang positif salah satunya membuat digital crisis center di website BTB yang menyediakan informasi resmi dari badan pariwisata sejak 19 September 2017 lalu. “Di crisis center ada pernyataan yang resmi yang bisa ditujukan oleh industri kepada calon wisatawan,” sebutnya.