Diposting : 27 September 2016 10:57
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Kakek Kusno
Keterangan Gambar: 
Kakek Kusno Hadi ditemui di Jembrana, saat dalam perjalanan mundur dari Malang, Jawa Timur, menuju Mataram, NTB.

Negara, Bali Tribune

Niat mulia dan tulus Kusno Hadi (67), asal Malang, Jawa Timur, untuk mengingatkan anak-anak muda untuk hidup sehat, sangat menginspirasi dan patut diapresiasi. Kakek yang telah memiliki 24 cucu dari ke 12 anak ini rela melakukan jalan kaki mundur ratusan kilomater dari depan Balai Kota Malang dengan tujuan Mataram, NTB. Tak pelak, aksinya ini menarik perhatian warga dan pengguna jalan.

Ditemui saat melintas di wilayah Jembrana, tepatnya di Desa Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo Senin (26/9), Kusno mengatakan bahwa ia mulai melakukan perjalanan mundur ini dari Balai Kota Malang pada 9 September lalu. Keberangkatannya dilepas Walikota Malang.

Ia mengaku menginjakkan kaki di Gilimanuk pada Sabtu (24/9) tengah malam. Dia memperkirakan, untuk sampai di Mataram, paling tidak membutuhkan waktu 25 hari. Ia mengungkapkan, selama perjalan mundurnya itu ia hanya berbekal satu tas gendong yang isinya pakaian yang dilengkapi dua spion motor serta surat jalan dari kepala desa dan pihak kepolisian.

Untuk bekal uang, ia mengaku tidak pernah meminta-minta, tetapi selama perjalananannya itu diakuinya sering ada orang yang simpati dan memberikannya uang seiklasnya. Sedangkan sebagai seorang yang sehari-harinya hanya petani, ia mengaku hanya membawa bekal uang yang secukupnya. Ia mengaku, biaya kesehatan yang mahal menjadi motivasinya melakukan perjalanan ini.

Baginya yang terpenting selama perjalanan adalah bisa mengingatkan pentingnya pola hidup sehat terutama kepada anak-anak muda yang ditemuinya di jalan. Cara yang paling murah untuk hidup sehat, menurutnya, adalah berolah raga dan jauh akan bermanfaat daripada mereka mabuk-mabukan akan menyengsarakan dirinya sendiri.

Di tengah usianya yang semakin menua, Kusno mengaku kondisi fisiknya tetap bugar. Menurutnya, hidup sehat tidak perlu dengan cara yang mahal atau makan makanan yang mewah. Baginya, cukup nasi pecel yang harga tergolong murah. Kuncinya, kata dia, harus diimbangi dengan olahraga walaupun hanya dengan berjalan kaki.