Diposting : 28 December 2017 21:27
I Made Darna - Bali Tribune
Disdukcapil
Keterangan Gambar: 
e-KTP - Kantor Disdukcapil Badung, Rabu (27/12) kembali diserbu warga untuk pengurusan administarasi pendaftaran.

BALI TRIBUNE - Kantor Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung dalam beberapa hari terakhir “diserbu” masyarakat.

Masyarakat berduyun-guyun datang ke kantor bagian selatan Puspem ini untuk mengurus berbagai administrasi kependudukan, mulai dari e-KTP, Kartu Indentias Anak (KIA) dan surat pencatatan sipil lainnya. Per harinya diperkirakan sekitar 500 orang ‘nyerbu’ instansi pimpinan I Nyoman Soka ini.

Menariknya, Rabu (27/12) kemarin, ditengah padatnya masyarakat mencari nomor antrean mesin pencetak antrean justru mengalami gangguan. Akibatnya, masyarakat pun dibuat ngedumbel, lantaran mereka harus berdesak-desakan menuju loket.

Menurut Nyoman Soka selaku Kepala Disdukcapil Badung, ramainya masyarakat mengurus administrasi kependudukan hampir tiap hari terjadi. Namun, karena sempat libur Natal dan menjelang Tahun Baru, masyarakat yang datang tambah membludak lagi.

“Iya, tiap hari ramai. Tapi sekarang tambah ramai lagi. Mungkin karena habis libur dan mau tahun baru,” ujarnya dikonfirmasi, kemarin.

Dikatakan, mayoritas masyarakat yang datang ke kantornya untuk mengurus KTP dan surat pindah. “Kebanyakan tadi yang datang ngurus e-KTP. Ada juga surat pindah dan surat pencatatan sipil lainnya,” jelas Soka.

Hanya saja diakui ditengah antusiasme masyarakat ini, pelayanan e-KTP sedikit terganggu. Pasalnya, server secara nasional mengalami gangguan. Sehingga untuk perekaman dan pencetakan tidak bisa dilakukan. Gangguan server ini kata dia sudah terjadi sebelum libur Natal.

“Kami mohon permakluman karena untuk perekaman dan pencetakan (e-KTP) sedikit terganggu. Karena server secara nasional ada gangguan. Dan saat ini kami sudah terus coba dan komunikasikan, mudah-mudahan segera normal,” kata Soka.

Pun demikian, mantan Camat Kuta Selatan ini memastikan bahwa pelayanan lain tetap lancar. Pihaknya mengaku sudah berupaya memberikan pelayanan maksimal, sehingga masyarakat yang mencari surat administrasi kependudukan tidak perlu ngantre lama. “Sekarang numplek (masyarakat berjubel, red). Jadi kami harus ekstra,” tegasnya.

Mengenai blanko e-KTP, Soka menyatakan tambahan 10 ribu keping yang diberikan pusat beberapa hari lalu, masih belum habis. Pasalnya, pihaknya tidak bisa melakukan pencetakan sejak server mengalami gangguan. “Karena server gangguan, otomatis kami tidak bisa cetak, sehingga blanko e-KTP masih ada,” pungkas pejabat asal Kuta Utara ini.