Diposting : 11 October 2017 21:21
Release - Bali Tribune
Pura Puseh
Keterangan Gambar: 
Wagub Sudikerta mundut Ida Bhatara serangkaian pelaksanaan karya di Pura Puseh Bale Agung Desa Tampaksiring belum lama ini.

BALI TRIBUNE - Seusai melaksanakan persembahyangan, Wagub Ketut Sudikerta dengan antusias berbaur bersama krama pengempon untuk mengikuti prosesi Memasar. Prosesi dimaksud dilaksanakan serangkaian Penyineban Karya Ngusaba Desa, Melaspas, Ngenteg Linggih, lan Mendem Pedagingan di Pura Puseh Bale Agung Desa Pekramaan Tampak Siring, Senin (9/10) sore lalu.

Seusai mengikuti prosesi, Wagub Sudikerta menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme krama pengempon dalam mengikuti pelaksanaan upacara tersebut.

Mdenurut dia, yang patut terus diajegkan guna menjadi daya tarik pariwisata, disamping tujuan utamanya sebagai bentuk wujud syukur atas berkah yang dikaruniakan ISHWW.

“Tampak Siring sebagai salah satu daerah ikon wisata religi yang terkenal dengan lokasi wisatanya Tirta Empul, memang patut terus melestarikan kearifan-kearifan lokal yang dimiliki terkait seni, budaya dan agama seperti upacara Memasar yang baru saja dilangsungkan. Karena selain dimaknai sebagai rasa syukur kita kehadapan ISHWW atas berkah yang sudah kita terima, secara tidak langsung ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan,” papar Sudikerta.

Lebih jauh, Wagub Sudikerta berharap derasnya kunjungan wisatawan yang tak hanya membawa dampak positif  namun juga negatif, tidak membuat masyarakat tergoda melupakan kearifan lokal yang dimiliki, dengan tetap menggelar upacara berdasarkan sastra dan petunjuk dari para Sulinggih sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

“Saya berharap ada filterisasi dampak negatif tingginya kunjungan wisatawan, Dalam menggelar upacara harus tetap berpegang pada sastra agama dan petunjuk para sulinggih, jangan digelar secara besar-besaran dan ditambah-tambahi karena ingin kelihatan menarik,  yang penting lengkap sehingga tidak mengurangi makna upacara yang digelar,” imbuhnya.