Diposting : 22 October 2019 12:49
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Nyoman Widiana
balitribune.co.id | Bangli - Pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) di tahun 2020 akan memberikan bantuan penunjang produksi bagi kelompok budidaya ikan lele. Sebanyak lima kelompok direncanakan akan mendapatkan bantuan tersebut. Selain itu di tahun yang sama juga akan dilaksanakan kegiatan perbaikan sarana bangunan benih ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Dusun Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli.
 
Kabid Perikanan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli I Nyoman Widiana mengatakan dalam rangka peningkatan produksi ikan lele, pemerintah memberikan bantuan sarana peningkatan produksi. Sebanyak lima kelompok mendapatkan bantuan tersebut, dua kelompok mina padi dan tiga kelompok budidaya ikan lele di kolam. “Jenis bantuan berbentuk bantuan bibit, pakan dan peralatan perikanan,” jelas I Nyoman Widiana, Senin (21/10).
 
Kata I Nyoman Widiana, sejauh ini masyarakat yang menggeluti budi daya ikan lele belum begitu banyak, selain dari segi pemeliharaan tidak begitu rumit juga ruang pasarnya terbuka lebar. Selain itu di tahun 2020 juga dilakukan kegiatan fisik yakni perbaikan sarana banguan benih ikan dan perbaikan saluran air menuju BBI. Kegiatan ini untuk menunjang proses perubahan status BBI Serokadan menjadi UPT D Susut. 
 
Terkait pengembangan bio flok, kata I Nyoman Widana untuk tahun ini belum bisa terlaksana dan baru sebatas percontohan KJA ramah Lingkungan. “Untuk percontohan KJA ramah lingkungan dibuat 3 unit yang rencananya akan diberikan kepada kelompok Mina Bintang Segara Danu,” kata I Nyoman Widana sembari menambahkan bantuan diberikan bagi kelompok yang sudah memilki badan hukum.