Diposting : 31 January 2018 22:29
I Ketut Sugiana - Bali Tribune
Petani
MENGECEK - Bupati Suwirta saat mengecek ketersediaan beras di KUD Jaya Werdhi Desa Takmung.
BALI TRIBUNE - Program beli mahal jual murah yang didengungkan Bupati Suwirta di awal menjabat sebagai bupati rupanya sudah terlaksana dengan baik di lingkungan KUD Klungkung, utamanya di KUD Jaya Werdhi Desa Takmung. 
 
Bukan berarti beli Rp 5000 dijual Rp 4000 oleh KUD, menurut Bupati Suwirta  malah akan menguntungkan petani yang  tidak selalu menyatakan dirinya rugi, karena dengan program ini malah petani mendapatkan penawaran harga yang menguntungkan pihaknya. “Maksud jual murah beli mahal ini jelas menguntungkan petani dan menguntungkan konsumen yang mendapatkan harga lebih murah dari harga pasaran, itulah maksud program beli mahal jual murah ini,” beber Bupati Suwirta panjang lebar terkait program yang dianggap menguntungkan Petani di Klungkung ini.
 
Bupati Suwirta menyebutkan produksi beras untuk KUD Jaya Werdhi ini sekitar 50 ton perbulan dengan ketersediaan ini KUD Jaya Werdhi mampu memasok kebutuhan  beras PNS di Klungkung  terpenuhi. Dirinya  juga merasa senang karena harga beras untuk di Klungkung daratan dengan di Nusa Penida relatif sama. Tentu saja keberhasilan ini juga lebih meningkatkan kinerja KUD di Klungkung umumnya disamping mampu membantu para petani untuk menjual berasnya dengan harga yang bagus dan menguntungkan. “Dengan KUD terapkan sistem beli langsung gabah petani ini bisa membantu kehidupan petani jauh lebih baik dan menghindarkan petani dicekik sistem hijon yang dialami petani selama ini,” jelas Bupati Suwirta bangga.
 
Bupati Suwirta berharap nantinya selutuh KUD bisa berkembang dengan baik seperti KUD  Jaya Werdhi ini. Menurutnya saat ini baru ada tiga KUD yang sudah menerapkan sistem beli mahal jual murah ini antara lain  KUD Jaya Werdhi ,Takmung  ini dan KUD  sedana Rata Selat  dan KUD Bakas.
 
Komang Wenten, pegawai bagian pemasaran KUD Jaya Werdhi Desa Takmung, menyatakan program yang disampaikan Bupati ini sejak bulan April 2016 sudah diberikan kepada KUD Jaya Werdhi dan ternyata program ini sangat menguntungkan KUD. Saat ini KUD berhasil meningkatkan produksi gabah perhari  hingga  5 ton ,dimana KUD membeli gabah petani Rp 5000. “Kita KUD membeli gabah petani seharga Rp 5000 sedangkan jika mengambil langsung disawah kita kerjakan semuanya petani tinggal terima hasil seharga Rp 4000 ,”jelas Wenten.
 
Ditambahkannya, program ini menurutnya sangat disambut positif  petani sangat antusias dengan  peningkatan penjualan dan produksi gabahnya ke KUD. Sebelumnya memang ada penebas langsung membeli dan  menggiling petani hanya mendapatkan keuntungan sedikit, berkat program bupati suwirta ini mereka merasa terbantu taraf hidupnya meningkat. Diakuinya dengan datangnya musim hujan  belakangan ini pihak KUD agak  kesulitan  untuk mengolah gabah.
 
Manager KUD Takmung Nyoman Landra (67) alamat br Losan,Desa  Takmung  menyatakan dirinya menjabat sebagai manager sudah  2 tahun.Dirinya mengakui saat ini kendala  pengadaan dryer untuk mengeringkan gabah saat musim hujan. “Dengan datangnya musim hujan saat ini KUD terpaksa mengirim gabah untuk diolah di tempat lain, satu truk seharga  4 juta termasuk  ongkos dryer dan ongkos  angkut ke tebongkang, di Gianyar,” keluhnya. 
 
Untuk itu dirinya mengharapkan bantuan berupa mesin Dryer
 untuk pengeringan gabah dari Pemkab Klungkung, jika membeli harus rogoh kocek sebesar Rp 500 juta harganya.