Diposting : 29 November 2018 19:28
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Pelaku pengeroyokan terhadap Klian Banjar Dusun Bias saat diperiksa polisi.
BALI TRIBUNE - Seorang juru parkir yang juga Klian Banjar Dusun Bias, Desa Kusamba Dawan, Klungkung, I Made Segara (34) dikeroyok oleh 8 orang mabuk asal Malang, Jawa Timur, di depan Kantor Bupati Klungkung, Selasa (27/11) malam.
 
Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan, SIK, kemarin mengatakan, seluruh pelaku pengeroyokan sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Klungkung.
 
“Mereka sebenarnya 10 orang, tapi yang dua orang berada di dalam mobil dan tidak terlibat pengeroyokan. Dua orang itu yakni Agus Priyanto (27) alamat Sumber Suko, Malang dan Moh. Syukri (28) alamat Sumber Suko, Malang,” ujar AKP Mirza Gunawan seizin Kapolres Klungkung.
 
Pelaku yang kini diamankan dan diperiksa secara marathon, yakni  Aldi Vitra Mahendra (19), Ari Hermanto (24), Moch Harits Al Muhasibi (25), Agus Prianto (27), M. Abidin Shofiuloh (20), Moh. Sukri (28), Didik Sugiarto (34), A. Sabilul Rosyad (16), dan Arik H (24). Sedangkan dua orang yang dimintai keterangan, yakni Dewa Ngakan Putu Agus Pratama (29) dan I Ketut Agus Hanaya (57).
 
 AKP Mirza menjelaskan, kejadian berawal ketika pukul 22.00 Wita korban Made Segara datang dari kundangan di tempat temannya di Banjar Sengguan. Selesai kundangan, korban bertemu dengan saksi I (Dewa Ngakan Putu Agus Pratama) di TKP di depan Monumen Puputan Klungkung.
 
Di TKP itu korban melihat ada mobil warna kuning  DK  1722 AB mengangkut banyak orang yang diperkirakan ada 10 orang turun dengan membawa minuman keras dan berteriak teriak; “bangsat”. Karena korban Made Segara yang kesehariannya sebagai petugas parkir  merasa terganggu dengan para terlapor (10 orang red) tersebut  selanjutnya korban melaporkan ke Polsubsektor Klungkung.   
 
Selanjutnya korban   bersama saksi II (Ketut Agus Hanaya) datang ke TKP dan korban menanyakan kepada terlapor; "Siapa yang bilang kata bangsat" terhadap para terlapor tersebut.
 
Selanjutnya antara korban dan terlapor terlibat adu mulut  saat itu dilanjutkan dengan adu fisik. Karena terdesak dan takut, korban lari masuk ke kantor bupati, namun oleh mereka malah  dicari dan kembali diserang dengan selenger mobil besi batangan yang mengakibatkan korban menderita sakit pada bagian tangan kanannya karena persendiannya lepas, dan kepala belakang sebelah kanan mengalami luka robek dan korban di rawat di RSUD Klungkung.
 
Akibat penganiayaan yang dialami korban kemudian korban melaporkan  kasus yang dialaminya ke Polres Klungkung. “Seluruhnya sementara kita periksa dulu. Pemeriksaan masih berlangsung,” beber AKP Mirza Gunawan.
 
Sementara keluarga korban, Nengah Suar menyebutkan kini korban hanya tergolek lemas di rumahnya karena persendian tangannya lepas karena dipukul pakai besi oleh pelaku semua. “Saya minta keadilan jangan sampai dilepas para pelaku yang  mengeroyok korban dan kasusnya agar dilanjutkan,” jelas Nengah Suar.