Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 26 April 2017 19:52
Made Ari Wirasdipta - Bali Tribune
parade
Keterangan Gambar: 
PAGELARAN KOLOSAL - Pagelaran seni dan budaya dalam bentuk kolosal” Nusantara Bangkit” di Art Centre, Senin (24/4) malam.

BALI TRIBUNE - SEBUAH pagelaran seni budaya dalam bentuk kolosal “Nusantara Bangkit” untuk meningkatkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indoneisa bertempat di Taman Budaya Art Center, Senin (24/4) malam.

“Kegiatan tersebut untuk mengingatkan kembali NKRI terbentuk dari berbagai keragaman budaya, suku, ras, adat dan agama yang terbentang dari Sabang sampai Merauke,” ucap Pembina YBBB, Ir. I Gusti Ngurah Bagus Muditha. Muditha atau lebih dikenal Turah Pemayun menyampaikan juga bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi bela negara dan kearifan lokal warisan leluhur orang Bali “Tri Hita Karana” yang bernilai universal hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, manusia dengan sesama dan hubungan manusia dengan lingkungan.

Untuk itu, pihaknya melakukan penggalian dana untuk pembangunan wantilan Pura Tirta Wening di Dusun Gempoldampit, RT 051 RW 006, Desa Kedungwungsu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Upaya tersebut untuk menunjang sarana dan prasarana umat pada daerah tersebut dapat melaksanakan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaannya. Untuk itu, pihaknya juga mendorong pembangunan pura tersebut tetap mempertahankan budaya setempat atau kearifan lokal sebagai identitas daerah setempat.

Sekaligus, masyarakat setempat agar melakukan pemeliharaan dengan baik, setelah dilakukan pembangunan. Ia juga menambahkan, pihaknya dalam menjaga hubungan antar sesama mengkemas dalam bentuk penampilan seni budaya kolosal dengan menggandeng maestro musik Bona Alit yang melibatkan sekitar 350 pelaku seni. Hal itu, mampu memberikan hiburan kepada masyarakat umum, bahwa Indonesia memiliki kekayaan bidang kesenian yang spektakuler yang patut dibanggakan.

“Pagelaran tersebut memberikan pesan-pesan terhadap nilai-nilai luhur yang patut diterapkan kembali dan mendorong adanya solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi yang mengancam keutuhan NKRI,” imbuhnya. Turah Pemayun juga mengharapkan dengan kegiatan tersebut mampu memberikan contoh, inspirasi dan momentum untuk kebangkitkan nusantara, mewujudkan masyarakat adil, makmur, sejahtera dan sentosa.

“ Kita berkomitmen dalam mewujudkan perdamaian tidak sebatas slogan atau wacana semata, namun mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.” Tegasnya Kegiatan tersebut berlangsung meriah yang dihadiri sekitar 7.000 orang dari berbagai daerah. “Kami berusaha menampilkan kualitas terbaik dengan menampilkan para pelaku seni yang terbaik dan mendorong para pemula yang memiliki potensi untuk berkembang,” ujarnya.