Diposting : 10 January 2019 21:30
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
I Made Erawan
BALI TRIBUNE - Atlet cricket Bali yang sempat bermasalah dan akhirnya memutuskan berdamai, diminta konsistensinya nanti pada saat helatan Pra-PON, terutama dalam pembentukan tim Pra-PON Bali nantinya. Oleh karena itu, di ajang Porprov Bali 2019 nanti konsistensi mereka akan dilihat apakah benar ingin kembali membela Bali atau tidak.
 
Hal itu diutarakan Ketua Harian Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali, I Made Erawan saat dikonfirmasi Rabu (9/1). "Kalau untuk cricket jadwal Pra-PON memang setelah porprov. Jadi kami menyeleksi atlet dari hasil Porprov Bali di Tabanan nanti," ujar Erawan.
 
Dan tentu saja, atlet-atlet yang bermasalah lalu, jika memang turun membela daerahnya masing-masing di Porprov Bali 2019 nanti, peluang untuk kembali masuk tim Bali akan sangat terbuka lebar.
 
"Kalau kami sih optimis mereka akan memegang kata-katanya untuk membela Bali di kancah nasional. Pada saat Porprov Bali 2019 nantilah konsistensi dan komitmen mereka akan diuji," tegas Erawan.
 
Erawan juga menyebutkan, meski mereka tampil kembali di porprov nanti, bukan semata-mata langsung membela tim Pra-PON Bali. Tentu nantinya akan ada seleksi kembali. "Sesuai pengalaman sebelumnya saat Pra-PON 2015, usai porprov langsung memanggil pemain terbaik dan hasil pantauan itu," imbuhnya.
 
Di luar hal itu, untuk tempat perhelatan Pra-PON 2019, Erawan belum bisa memastikan karena sampai saat ini, PB PCI belum memutuskannya. Namun, ada informasi jika Provinsi Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah.
 
"Nanti diputuskan setelah rakernas. Di sana baru bisa kami pastikan siapa yang menjadi tuan rumah Pra-PON. Kalau Bali? Lihat situasi ke depan saja," pungkas Erawan.