Lama Vakum, PUTRI Segera Tata Objek Wisata | Bali Tribune
Diposting : 29 May 2017 20:37
Arief Wibisono - Bali Tribune
PUTRI
PENGURUS PUTRI - Segenap jajaran pengurus DPD PUTRI Bali, sesaat setelah melakukan rapat kordinasi di Secret Garden, Desa Luwus Tabanan, Sabtu (27/5).

BALI TRIBUNE - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan kunjungan wisatawan di tahun 2019 bisa mencapai 20 juta. Guna mencapai target tersebut, hal yang perlu diperhatikan khususnya di Bali yakni meningkatkan kualitas objek wisata.

Pasalnya, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata tidak akan hanya diam di hotel saja melainkan mencari objek-objek wisata yang menarik baik bernuansa budaya, alam dan sebagainya. “Wisatawan yang berkunjung ke Bali tentu tidak hanya ingin menikmati liburan di hotel, namun yang terpenting yakni menikmati objek wisata. Sehingga kualitas daripada destinasi wisata atau objek wisata ini sangat penting untuk diperhatikan,” ujar Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali, IGA Inda Trimafo Yudha, Sabtu (27/5).

Ditemui saat rapat pengurus PUTRI, Gek In menyatakan, dengan menggeliatnya kembali PUTRI yang sekian lama vakum tentu akan memberikan ruang kepada para anggota maupun calon anggota yang bergerak di bidang tersebut salah satunya dalam menetapkan standar pelayanan yang ada di objek wisata,” ujarnya. Rapat ini sekaligus persiapan pelantikan baru pengurus PUTRI pada 28 Juli 2017 mendatang. Ditanya mengenaik jumlah objek wisata taman rekreasi yang telah memenuhi standar, dia mengaku belum melakukan survei.

Gek In yang didampingi Sekretaris Umum, Wayan Wijana (Uluwatu), dan Made Yanie Mason (Bali Adventure), menyatakan, segera mendata obejek wisata dan melihat standar pelayanan yang ada. Sehingga apabila pelayanan kurang maksimal pihaknya siap memberikan pelatihan dan pembinaan. “Jujur saja kami belum punya data itu, sehingga untuk itu kami segera akan melakukan audiensi ke Dinas Pariwisata agar bisa segera melakukan pendataan. Ini jadi PR bagi pengurus PUTRI yang baru sajak kembali bangkit setelah sekian lama vakum,” katanya.

Dari tempat yang sama, Sekretaris GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Bali, I Gede Nurjaya mengaku sangat bersyukur dengan bangkitnya PUTRI yang sebelumnya sempat vakum. Dengan hadirnya PUTRI, pihaknya berharap keluhan yang ada selama ini terkait objek wisata dapat ditangani. “Kalau pelayanan PHRI, pramuwisata, travel itu selama ini sudah bagus, tapi yang banyak dikeluhkan wisatawan yakni kualitas dari objek-objek wisata yang ada. Sehingga harapan kami, PUTRI bisa memfokuskan kegiatannya untuk membenahi dan membina anggota atau para pelaku usaha taman rekreasi baik yang bersifat alam, budaya, buatan manusia, sejarah dan lainnya,” kata penasehat PUTRI ini.

Menurutnya, peningkatan kualitas objek wisata tersebut penting dilakukan, karena merupakan hal yang paling dicari wisatawan saat berlibur ke Bali. Karena, wisatawan yang berlibur tidak hanya ingin menikmati suasana hotel melainkan keindahan objek wisata yang akan dikunjungi. Sehingga dengan demikian peran PUTRI diniali sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. “ PUTRI sejatinya menjadi indikator dari pariwisata Bali, karena dengan objek wisata yang ditawarkanlah bisa menarik kunjungan wisatawan,” ujarnya sembari menegaskan tidak semua objek wisata yang ada kulitas bagus, namun ada beberapa yang perlu dibenahi.

Sementara itu, Dewan Pembina PUTRI Bali, A A Gde Agung, mengatakan, PUTRI sebagai wadah objek wisata sangat berperan penting untuk menumbuh kembangkan pariwisata di Pulau Dewata. Karena satu hal yang ingin dinikmati wisatawan saat berlibur yakni berkunjung ke objek wisata. “Pengalaman saya saat menjabat Bupati Badung ketika ada konferensi baik itu sekala nasional maupun internasional pasti mereka menyisihkan waktunya untuk menikmati objek wisata, sehingga dengan demikian penting kiranya kualitas objek wisata ini diperhatikan,” katanya.

Sebagai wadah para pengelola ataupun pemilik usaha taman rekreasi yang ada di Indonesia posisi PUTRI menurut Gede Agung sangat penting sekali dalam menumbuh kembangkan pariwisata Bali. “Apalagi diakui atau tidak, maih banyak juga obyek wisata yang belum memenuhi kriteria sapta pesona, inilah tugas dari PUTRI untuk kembali menyadarkan anggotanya pentingnya hal itu,” tutup Gede Agung.