Bali Tribune, Senin 21 Agustus 2017
Diposting : 16 June 2017 20:49
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Tukik
Keterangan Gambar: 
Pelespasan Tukik yang dilangsungkan di pesisir Pulau Nusa Penida saat pelaksanaan ritual Pujawali di Pura Dalem setempat, Rabu (14/6 ) lalu.

BALI TRIBUNE - Sebagai salah satu jenis hewan yang dilindungi, satwa Penyu keberadaannya kini diambang kepunahan. Guna melestarikan keberadaan hewan satu ini, pihak UPT. Kawasan Koservasi Perairan Nusa Penida menggandeng Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul serta Green lion dan Yayasan Kura Kura Nusa Penida berupaya menjaga kelestarian satwa ini.

Menurut Kepala UPT. KKP Nusa Penida, I Nyoman Karyawan Kamis (15/6) kemarin mengatakan kerja sama ini salah satu wujud kepedulian mereka akan satwa penyu. Dipilihnya desa pakraman dalam hal kerja sama tiada lain untuk meningkatkan komunikasi serta koordinasi guna pelestarian satwa dimaksud.

“ tidak tutup kemungkinan kita akan berkerja sama dengan desa pakraman lainya terutama daerah pesisir tentu melihat peyu kita miliki,” kata Nyoman Karyawan.

Sementara Bendesa Pakraman Dalem Setra Batununggul I Dewa Ketut Tayanegara menyambut baik kerja sama ini.

Ia mengatakan komitmen mereka menjaga kelestarian satwa langka, selain ditujukan untuk menopang perkembangan pariwisata di wilayah itu. Satwa Penyu bagi umat Hindu merupakan hewan yang disucikan.

“Rangkaian acara telah lama dinanti kami, kerja sama merupakan gayung bersambut bagi Krama Desa merupakan sumbangsih rasa perhatian terhadap satwa langka agar bisa berkembang dan lestari di Laut Lepas dan terus beranak pinak. Sehingga anak cucu dan generasi kita seterusnya bisa melihat satwa langka sekaligus disucikan ini,” tutupnya.