Diposting : 21 August 2018 12:55
Ketut Sugiana - Bali Tribune
TINJAU - Bupati Suwirta tinjau TK Gemas Santhi untuk wujudkan TK Negeri percontohan di Klungkung.
BALI TRIBUNE - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung guna meningkatkan kwalitas pendidikan. Setelah meluncurkan Program Angkutan Siswa Gratis dan Penegerian Taman Kanak-kanak (TK) melalui “Satu Desa satu TK Negeri”, Pemda Klungkung kini tengah menyiapkan sebuah TK negeri sebagai TK percontohan. 
 
Hal ini terungkap saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan monitoring terhadap TK Negeri Gema Santi,  di Jalan Gunung Agung Semarapura Kangin Klungkung , didampingi Sekertaris Disdik Wayan Sujana, Senin (20/08). “Sekolah ini diharapkan menjadi TK negeri percontohan dengan konsep yang berbeda baik dari segi bangunan, konsep belajar mengajar, taman bermain dan lain lain,” ujar Bupati Suwirta.
 
Ditambahkan pula, sekolah TK Negeri Gema Santi akan ditata ulang mulai dari bentuk bangunannya, arena bermain yang representative, sarana prasarana belajar yang memadai hingga sumber daya manusia di dalamnya. Sekolah juga diharapkan tidak lagi akan memungut uang iuran perbulannya untuk menggaji para guru honorer, karena semua akan ditanggung Pemda.  
 
Kepala Sekolah TK Negeri Gema Santi, Dewa Ayu Ariesta Ningsih Spd. Aud. melaporkan saat ini sekolahnya hanya terdiri dari 3 ruang kelas dan satu ruang guru. Siswa berjumlah 72 orang  dengan 7 orang guru Standar Kompetensi Minimum (SKM). Dua guru berstatus PNS sedangkan lima lainya berstatus kontrak sekolah yang saat tengah diajukan menjadi tenaga kontrak daerah.  “Saat ini TK gema santi memungut iuran siswa sebesar Rp 90ribu, dimana uang tersebut dipergunakan untuk uang konsumsi Rp 40 ribu dan menggaji tenaga guru Rp 50 ribu, namun 5 guru ini sekarang sudah diajukan menjadi tenaga kontrak Pemda sehingga pembayaran gaji tidak akan membebani siswa,” ujar Kepsek Dewa Ayu Ariesta.  
 
Bupati Suwirta kembali menambahkan para guru dan dinas Pendidikan supaya proaktiv merancang konsep dan perencanaan sehingga TK Gema Santi bisa menjadi pionir bagi TK yang lain. Para siswa juga hanya diberikan materi yang sesuai dengan umur dan kemampuannya, tidak dipaksakan untuk menjadi lebih pintar dari TK lainnya. Dirinya berharap tahun 2019 – 2020 TK Gema Santi benar benar terealisasi menjadi TK percontohan.Terkait terlambatnya realisasi anggaran, Bupati Suwirta berharap  agar segera diwujudkan. Sesuai  dengan target pemerintahannya pada Period ke 2, 100% TK di desa akan menjadi  TK negeri. “Pada tahun 2018 akan dilakukan penegerian terhadap 12 TK namun jika kedepan jumlah TK berlebihan, maka anggaran akan dialihkan untuk pengadaan angkutan TK dan memaksimalkan TK yang sudah ada,” tegas BUpati Suwirta.