Bali Tribune, Minggu 22 Juli 2018
Diposting : 16 May 2018 15:17
Arief Wibisono - Bali Tribune
Hizbullah
Keterangan Gambar: 
Hizbullah
BALI TRIBUNE - Jelang libur panjang dan hari besar tahun 2018 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 8 yang memiliki otoritas perbankan menyatakan kesiapan pihaknya dalam menghadapi hari besar dan libur panjang tersebut. Bahkan menurut Kepala OJK KR 8, Hizbullah seperti tahun sebelumnya sudah menghimbau perbankan untuk mempersiapkan diri. "Kegiatan ini kan sebenarnya lumrah tiap tahunnya, tapi kami tetap siap melayani masyarakat," begitu disampaikan Hizbullah dari kantornya di Denpasar, Selasa (15/5).
 
Bahkan ia juga menginformasikan layanan perbankan selama libur panjang akan tetap dilayani. Ada beberapa bank yang buka, terutama untuk melayani setoran. "Untuk kliring juga dilayani. Tempat-tempat strategis kita perhatikan agar ketersediaan mencukupi," sebutnya.
 
Selain berbicara soal kesiapan perbankan hadapi hari besar, Hizbullah juga memaparkan Posisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sampai dengan posisi Maret 2018 total asetnya mencapai Rp 14.4 triliun, secara (YoY) naik 10.82 persen. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 9.75 triliun, secara (YoY) naik 15.12 persen. Total kredit 9.76 t naiknya cuma 5.85 persen, jadi bisa dikatakan penghimpunan dana lebih besar daripada kredit yang tersalurkan, artinya pasar belum mampu menyalurkan kredit, padahal dikatakan BPR siap dengan dananya. "Perlambatan kredit itu sebetulnya bukan tanpa penyebab, tapi lebih dipengaruhi oleh lambatnya pertumbuhan ekonomi," ujar Hizbullah.
 
Jadi bisa dikatakan BPR itu sukses menghimpun dana, tapi penyaluran kreditnya yang melambat. Namun sebenarnya kondisi ini diakui sudah terjadi dari awal tahun 2018, terkait juga dengan target yang baru disetting, penyesuaian kebijakan. "Karena itu kita harapkan semester 2 tahun mulai ada pertumbuhan lagi," ucapnya sembari menerangkan pertumbuhan kredit mencerminkan pertumbuhan ekonomi.
 
Lantas ia juga dalam kesempatan ini menyampaikan terkait tahun politik pemilihan kepala daerah untuk sama-sama menjaga kindusifitas Bali. Karena bagaimanapun Bali yang notabene daerah tujuan wisata sangat rentan dengan yang namanya keamanan. "Sedikit saja aja percikan, gaungnya akan ke seluruh dunia dan ini akan berpengaruh terhadap perekonomian Bali," kata Hizbullah mengingatkan.
 
Sangat disayangkan jika perekonomian carut marut hanya karena beda pendapat. "OJK sendiri sudah berupaya menjaga sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali dengan berbagai upaya. Jadi apapun hasilnya soal pilkada nanti harus diterima dengan baik demi masa depan Bali," tandasnya.