Diposting : 11 October 2017 20:50
Agung Samudra - Bali Tribune
Bengkel
Keterangan Gambar: 
HANCUR - Bengkel milik Putu Rama di Banjar Jehem Kelod, Desa Jehem, Tembuku, Bangli hancur diterjang longsor.

BALI TRIBUNE - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli selama sehari penuh mengakibatkan musibah longsor di beberapa titik. Terparah terjadi di Banjar Jehem Kelod, Desa  Jehem, Tembuku. Bengkel mobil milik Putu Rama (30) hancur diterjang longsor, Senin (9/10) sekitar pukul 23.00 wita. Longsor juga mengakibatkan ruas jalan Tembuku tembus Bangbang tidak bisa dilewati kendaraan karena tertutup tanah dan pohon.

Dari pantauan di bengkel mobil milik Putu Rama, tampak beberapa orang sibuk membersihkan material longsor. Putu Rama mengaku saat kejadian ia tidur di lantai dua rumahnya yang sekaligus dimanfaatkan untuk toko spare part mobil. Sebelum kejadian, hujan turun deras, dia kaget ketika mendengar suara bergemuruh dibarengi rumahnya bergoyang. Ketika menengok ke luar dilihatnya gudang semi permanen yang dimanfaatkan untuk tempat servis mobil sudah rata dengan tanah Begitupula tembok bangunan di lantai satu hancur diterjang material tebing yang ada di belakang rumahnya yang longsor. “Saat musibah terjadi, ada empat sepeda motor yang ditaruh di gudang rusak parah, sementara tiga sepeda motor lainnya hanya lecet-lecet,” ujarnya.

Putu Rama juga mengaku beberapa spart pat mobil yang ada di lantai satu tokonya rusak.  “Kerasnya terjangan longsor mengakibatkan tembok bangunan toko di lantai satu ambrol, material longsor berupa tanah dan air hujan masuk ke dalam toko,” jelasnya, Selasa (10/10).

Ketut Madeg (60), orangtua Putu Rama, mengatakan, usaha bengkel mobil yang digeluti anaknya itu baru berjalan kurang lebih 1,5 tahun. Menurutnya, penyebab tebing setinggi hampir 10 meter tepat di belakangan bangunan rumah ambrol, dikarenakan meluapnya air sungai milik pekaseh mubile yang posisinya tepat di atas tebing. “Derasnya hujan menyebabkan air sungai meluap dan tumpah ke permukaan tebing sehingga terjadi longsor,” ujarnya.

Akibat musibah ini, kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. “Satu sepeda kondisinya hancur, begitupula beberpa spart part ada yang rusak dan bagunan gudang semi permanen juga rata dengan tanah,” kata Madeg.

Kapolsek Tembuku AKP Gde Sanjaya Wirya mengatakan, hujan menyebabkan terjadinya longsor di beberapa titik. Selain longsor yang menyebabkan sebuah bengkel mobil hancur, longsor juga mengakibatkan akses jalan dari Tembuku menuju Desa Bangbang sempat tidak bisa dilalui kendaraan, maka  pihaknya langsung melakukan pengalihan arus lalin. Untuk proses evakuasi material longsor, diturunkan alat berat milik Dinas PU.

Longsor juga terjadi di Banjar Sedit, Bebalang, Selasa (10/10) sekitar pukul 01.00 wita. Ruas jalan yang menghubungkan Banjar Bebalang dengan Banjar Sedit tertutup material longsor berupa tanah dan dahan pohon. Untuk proses evakuasi diturunkan alat berat berat jenis louder.