Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 12 January 2018 19:11
Arief Wibisono - Bali Tribune
investasi
Keterangan Gambar: 
I Ketut Eddy Dharmaputra

BALI TRIBUNE - Mengatasi persoalan klasik kemacetan yang setiap hari terjadi di benerapa ruas jalan, keberadaan angkutan umum sangat diperlukan. “Kendaraan umum itu murah, jarak tempuhnyapun pasti. Tapi karena jalan-jalan tak terlalu lebar dan panjang, maka banyak masyarakat beralih ke kendaraan pribadi,” ujar Ketua Organda Bali, I Ketut Eddy Dharmaputra, Kamis (11/1). Menurutnya, kendaraan umum j yang cocok beroperasi di Bali adalah jenis medium.

Menurut Eddy Dharmaputra, hadirnya angkutan Trans Sarbagita sebenarnya merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan . Namun karena belum maksimalnya fasilitas pendukung yang ada, pengguna angkutan umum itu belum sesuai harapan. “Padahal Trans Sarbagita itu lebih murah dan nyaman. Tapi karena angkutan pengumpan (feeder) yang belum nyambung dan terbatas jumlahnya, sehingga belum banyak warga memanfaatkannya,” ujarnya.

Eddy menegaskan, agar keberadan Trans Sarbagita ini bisa bermanfaat secara maksimal, feeder perlu diperbanyak, dan menjangkau seluruh kawasan. Dia menambahkan, banyak tempat-tempat strategis yang bisa diterapkan untuk angkutan umum ini seperti kawasan Dalung dan sekitarnnya yang masih belum terjangkau. Karena itu, pengembangan angkutan umum ini menurutnya harus menjadi perhatian serius dan secepatnya ditangani.

“Yang penting kendala, yang selama ini ada segera dicarikan pemecahannya seperti angkutan pengumpan agar diperbanyak sehingga bisa memasuki tempat-tempat yang dekat dengan permukiman atau pusat-pusat bisnis,” tambahnya. Ditanya peran swasta dalam pengembangan usaha angkutan umum ini, menurut Eddy untuk memulainya saat ini memang cukup berat sebab memerlukan investasi atau cost tinggi. Karena itu, pemerintah yang punya kemampuan lebih besar.

Semakin banyaknya penggunaan kendaraan pribadi saat ini tidak terlepas dari semakin membaiknya ekonomi selain karena terbatasnya angkutan umum yang ada. Padahal dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan akan membuat jalan semakin padat dan sudah tentu berdampak pada kemacetan. Kalau ini tak tertangani akan berimbas pada sektor pariwisata. “Kalau terus macet, turis akan enggan datang ke sini. Karena mereka tidak leluasa, terhalang macet,” pungkasnya.