Bali Tribune, Selasa 21 November 2017
Diposting : 16 June 2017 19:57
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bandara
Keterangan Gambar: 
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi (kanan) saat Media Gathering dan buka puasa bersama, Kamis kemarin.

BALI TRIBUNE - Sadar pentingnya hubungan dan koordinasi yang baik antara Angkasa Pura I dengan para stakeholder-nya, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai selenggarakan Media Gathering yang dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama komunitas bandara. Kedua kegiatan ini dilaksanakan di lokasi yang sama yaitu di The Patra Jasa Resort & Villa, Kuta, Kamis (15/6).

Media Gathering merupakan upaya manajemen dalam meningkatkan sinergi dengan media massa. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi memanfaatkan kesempatan itu untuk mensosialisasikan program percepatan pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Seperti kita ketahui bersama bahwa dalam rangka mempersiapkan gelaran IMF & World Bank Annual Meeting 2018 di Bali, pemerintah meminta Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk meningkatkan kapasitasnya.

Sejalan dengan master plan, saat ini plan Bandara I Gusti Ngurah Rai tengah memulai persiapan pengembangan beberapa fasilitas utamanya, antara lain landas pacu (runway), parkir pesawat dan terminal penumpang. Penambahan fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat rampung sebelum Oktober 2018.

“Pelaksanaan pekerjaan ini dibagi menjadi beberapa tahap. Yang pertama adalah penambahan area parkir pesawat atau apron di bagian Barat bandara dengan merelokasi gedung VVIP 1 dan VVIP 2. Gedung VVIP ini akan kami pindah ke sebelah Timur. Di lokasi tersebut juga akan ada perluasan apron Timur. Totalnya bertambah 10 titik parkir pesawat,” terang Yanus.

Selain pengembangan apron, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai juga akan membangun pararel runway di sebelah Selatan runway eksisting dengan luasan 3.000 m x 45 m. Proses pekerjaan ini akan dilakukan pada tahap kedua.

Yanus menilai sosialisasi program pengembangan bandara kepada media massa menjadi sangat penting karena peran dan jangkauannya yang sangat luas ke masyarakat.

“Kami butuh bantuan teman media untuk membantu menginformasikan rencana pengembangan ini agar berita yang beredar di masyarakat tidak simpang siur. Di sinilah peran media sebagai media informasi dan edukasi memegang peran yang signifikan,” harapnya.

“Terlebih untuk realisasi master plan dan karena lahan yang sangat terbatas, maka kami harus melakukan reklamasi di arah Barat seluas 81 hektar. Reklamasi ini sepenuhnya adalah untuk fasilitas umum, khususnya dalam rangka menyambut 12.000 ribu delegasi yang akan menghadiri IMF annual meeting,” tambah Yanus.

Menyambung kegiatan media gathering, Yanus juga mengundang keluarga besar komunitas bandara untuk menghadiri buka puasa bersama.

Dengan mengusung tema “Serasi Dalam Keberagaman”, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai ingin merangkul seluruh pihak yang berasal dari instansi serta latar belakang yang berbeda untuk bekerja bersama memberikan yang terbaik untuk para penumpang.

“Berbagai kendala dan permasalahan operasional akan lebih ringan tertangani apabila seluruh pihak di bandara semakin bersatu dan solid. Tidak ada yang tidak mungkin terselesaikan apabila kita memiliki kesamaan persepsi yaitu memberikan kepuasan kepada penumpang,” ucapnya.

Buka bersama ini dihadiri oleh 500 orang baik internal maupun eksternal Angkasa Pura I, termasuk anak-anak yatim dari Yayasan Rumah Yatim Indonesia Cabang Denpasar.