Diposting : 16 May 2019 23:51
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ PETERNAKAN - Salah satu peternakan ayam di Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut Bangli.
balitribune.co.id | Bangli - Harga komoditi telur ayam sejak beberapa hari terakhir mengalami penurunan. Memasuki bulan puasa justru harga telur ayam menurun di pasaran. Penurunan harga telur dipengarui oleh jumlh permintaan telur oleh konsumen. 
 
Hal tersebut diungkapkan salah seorang peternak ayam petelor, I Kadek Budiartawan, Rabu (15/5). Sebelum puasa berada di kisaran Rp 20.500 per kilogram, dan memasuki puasa harga telur Rp 19.000 per kilogramnya. “Penurunan harga mulai kami rasakan saat dimulai pelaksanaan puasa. Mulai puasa harga telur cenderung menurun,” sebut peternak asal Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli ini.
 
Dikatakan jika permintaan telur akan meningkat beberapa hari menjelang lebaran, kebutuha telur untuk pembuatan kue-kue lebaran. “Berkaca dari pengalaman, biasanya H-7 mulai meningkat permintaan telur yang dibarengi dengan kenaik harga telur,” ujarnya. Kadek Budiartawan menyebutkan dengan harga telur saat ini masih menutupi biaya yang dikeluarkan untuk pakan atau perawatan lainya.
 
Harga pakan bervariasi untuk jagung kisaran Rp 4.200 per kilogram, konsentrat Rp 7.000 per kilogram, dedak Rp 4.000 per kilogram. “Untuk harga pakan masih stabil, dan harga jual telur masih bisa mengimbangi biaya operasional,” bebernya seraya mengatakan produksi/penjulan telur perhari, rata-rata 80.000-100.000 butir. 
 
Di sisi lain, telur yang dihasilkan di peternaknya dipasok keluar Bali, khususnya wilayah timur.