Diposting : 13 June 2018 21:32
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PEMUDIK - Antrean pemudik di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk yang didominasi mobil pribadi mulai terjadi Selasa petang.

BALI TRIBUNE - Memasuki puncak arus mudik Lebaran tahun ini, yakni pada H-4 Lebaran, Senin (22/6) malam, arus pemudik masih didominasi  pemudik dengan mobil pribadi. Bahkan sempat terjadi antrean pemudik yang didominasi mobil pribadi tersebut.

Antrean mobil pribadi yang masuk Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk  hingga Selasa (23/6) dini hari sempat meluber hingga keluar pelabuhan. Ekor antrean bahkan sudah sampai di Terminal Cargo Gilimanuk atau beberapa kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Adanya kecenderungan pemudik memilih melakukan perjalanan saat malam hari menyebabkan kepadatan terjadi sejak menjelang tengah malam.

Aparat kepolisian mulai melakukan pengalihan arus pemudik untuk mengurai kepadatan kendaraan dijalur utama menuju pelabuhan. Ratusan kendaraan sempat ditampung diareal Termional Cargo yang dijuga dijadikan buffer zone loket pembelian tiket penyeberangan. Kendaraan pribadi selanjutnya diarahkan melalui gang menuju pelabuhan melalui permukiman penduduk Sedangkan sepeda motor truck dan bus tetap melalui jalur utama.

Begitu pula di loket tiket pintu masuk penyberangan, kendaraan pribadi dan sepeda motor diprioritaskan melalui empat loket tiket sedangkan truck dan bus langsung menuju loket tiket yang dibuka khusus dipintu masuk dermaga LCM. Namun antrean ini berangsur surut memasuki pagi hari seiring dengan penurunan jumlah arus kendaraan pemudik yang menuju Pelabuhan. Arus kendaraan H-3 Lebaran Selasa singan tampak mengalir lancar dan kepadatan mulai terjadi memasuki sore hari. Antrean mobil pribadi pemudik sekitar pukul 18.00 Wita mulai mengekor memenuhi areal parkir manuver di depan loket tiket pelabuhan.

Sejumlah pemudik mengaku arus mudik tahun ini jauh lebih lancar dibandingkan arus mudik tahu-tahun sebelumnya. Salah seorang pemudik dengan mobil pribadi, Usman Ali (43) asal Magelang, Jawa Tengah mengatakan . antrean untuk masuk kapal saat ini tidak sepanjang tahun-tahun sebelumnya, yang bisa sampai puluhan jam bahkan pernah sampai sehari semalam. "Saya sampai di Gilimanuk sekitar pukul 05.00 wita tadi, sampai sekarang baru masuk areal pelabuhan," ungkapnya.  Pemudik lainnya dengan mobil pribadi Sriyanto mengaku hanya sekitar satu jam antre di parkir manuver untuk selanjutnya kembali antre di areal parkir pelabuhan untuk masuk ke kapal.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Elvi Yosa dikonfirmasi mengatakan meskipun kendaraan pemudik yang memasuki pelabuhan mulai padat, namun jumlah kapal yang dioperasikan masih tetap 32 unit. "Tapi kami melakukan percepatan bongkar muat kapal. Kalau memang kapal yang beroperasi perlu ditambah, kami sudah menyiapkannya," katanya.

Menurutnya, terjadinya antrean mobil pemudik cukup panjang dari pelabuhan terjadi karena kendaraan yang datang memang sangat banyak. Untuk prediksi puncak arus mudik, sebelumnya Elvi mengatakan, pihaknya memperkirakan terjadi mulai H-4 sampai H-2, karena pada hari itu banyak karyawan sudah mulai libur lebaran.

Dirlantas Polda Bali Kobes Pol. Anak Agung Made Sudana ditemui di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menyatakan mudik tahun ini berbeda dengan mudik tahun-tahun sebelumnya dan arus lalu lintas jauh lebih lancar. “Tekait sarana prasarana termasuk jalan sudah sudah cukup baik. Kita juga sudah pasang spotlight dipohon-pohon dipinggir jalan” ungkapnya.

Sampai H-3 dikauinya belum ada antrean panjang, kepadatan hanya terjadi pada saat masuk pelabuhan dan tidak sampai menggangu arus dijalan. Pihaknya berharap angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik tahun ini bisa semakin menurun, “Modah-mudahan korban fatalitas laka lantas tidak terjadi lagi, kalau tahun lalu angka kecelakaan saat arus mudik di Bali mencapai 46 kasus,” tandasnya.