Menparekraf Hadirkan Konsep Parkir dan Vaksin di Kantong-kantong Pariwisata Bali | Bali Tribune
Diposting : 25 February 2021 14:39
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ Sandiaga Uno
balitribune.co.id | Badung - Menindaklanjuti program pariwisata berbasis vaksin, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (RI) telah menyiapkan sejumlah kantong-kantong pariwisata di Bali sebagai lokasi vaksinasi tahap kedua bagi jutaan pelaku pariwisata di pulau ini. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat meninjau salah satu lokasi wisata di kawasan Kuta Kabupaten Badung, Kamis (25/2) yang akan menjadi tempat vaksinasi mandiri. 
 
"Sehingga bola salju vaksinasi di Bali ini kita hadirkan, pastikan supaya segera bangkit dan Bali kembali pulih sektor pariwisata dan ekonomi kreatifnya. Kita harapkan akan semua terjadi di destinasi pariwisata Indonesia. Hari ini kita mulai di Bali yaitu pariwisata berbasis vaksin. Bali diharapkan digenjot Maret keatas dalam waktu tidak terlalu lama, sektor pariwsata dan ekonomi kreatif di Bali ini dimulai vaksinasi secara masif dengan mobilitas yang tinggi," katanya. 
 
Jelang akhir pekan ini, Menteri Sandiaga kembali berkantor di Bali untuk meninjau tempat wisata yang akan dijadikan Green/Free Covid-19 Zone. Terdapat beberapa kawasan atau kantong-kantong pariwisata di Bali yang dijadikan Green Covid-19 Zone sebagai tempat pelaku pariwisata melakukan vaksinasi Covid-19. 
 
Ia pun telah menyempatkan diri untuk meninjau tempat wisata air di Jalan Kartika Plaza, Kuta yang akan menjadi salah satu lokasi vaksinasi bagi pelaku pariwisata (Green/Free Covid-19 Zone). Menparekraf mengharapkan pelaksanaan vaksinasi tersebut bisa dilakukan secara masif di Bali mulai Maret ini dengan kombinasi vaksinasi mandiri. 
 
Menurutnya selain di Kuta, sejumlah kantong wisata di Bali dapat dijadikan tempat vaksinasi seperti Nusa Dua, Ubud, Sanur dan Nusa Penida dengan konsep parkir dan disuntik vaksin. Kantong  pariwisata yang disebutnya Green Covid-19 Zone tersebut dapat digunakan karena dinilai dari intesitas kunjungan pariwisata dan kegiatan ekonomi kreatifnya. 
 
"Vaksinasi Sabtu untuk pelaku pariwisata khusus untuk di Bali saja kita kombinasikan dengan vaksinasi mandiri. Salah satu tempat wisata dapat digunakan sebagai tempat vaksin dengan konsep parkir dan disuntik. Yang sudah diarahkan itu Nusa Dua, Ubud, Sanur, Kuta. Daerah ini digunakan karena dari intesitas kunjungan pariwisata dan kegiatan ekonomi kreatifnya," jelas Sandiaga.
 
Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga berharap dengan vaksinasi dan kepatuhan 3M dan 3T "testing, tracing dan treatment) dapat menghadirkan rasa nyaman bagi wisatawan dan masyarakat Bali. "Jadi nanti para wisatawan datang ke Bali bisa diarahkan untuk Vaccine Based Tourism atau pariwisata berbasis vaksin," tegasnya. 
 
Sandiaga menyebutkan, total pekerja pariwisata di Bali lebih dari 2 juta orang. Jika nantinya mampu menyasar vaksinasi untuk 70% pekerja pariwisata di Bali merupakan suatu target yang tinggi. "Saya yakin akan tercapai kalau semua berkolaborasi bukan hanya pemerintah seperti di salah satu tempat wisata ini telah mengusulkan menyediakan tempatnya dan bekerja sama dengan penyedia vaksin untuk vaksin mandiri. Diharapkan Nusa Dua, Kuta, Ubud Sanur, Nusa Penida bisa menjadi kantong-kantong pariwisata yang bisa disebut Green Covid-19 Zone," bebernya.