Diposting : 22 November 2017 18:12
Redaksi - Bali Tribune
GUBERNUR
Keterangan Gambar: 
Ketut Sudikerta

BALI TRIBUNE - Koalisi Rakyat Bali hingga saat ini belum memutuskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang. Koalisi masih berkutat dengan dua pilihan nama, Ketut Sudikerta dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai NasDem dan PKS, ngotot mengusung paket Rai Mantra - Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta). Adapun Partai Golkar dan partai lainnya di koalisi, menginginkan Sudikerta sebagai calon gubernur, dengan calon wakil gubernur pilihan Sudikerta.

Untuk kubu kedua ini, ada yang menginginkan agar Sudikerta berpasangan dengan Rai Mantra. Sementara yang lainnya menyodorkan nama Gede Pasek Suardika dan Wisnu Bawa Tenaya sebagai pendamping Sudikerta.

Dari dinamika yang berkembang, Sudikerta sepertinya tak mau bergeming. Wakil Gubernur Bali itu ngotot tetap maju sebagai calon gubernur Bali. Ia bahkan mengaku tak mau lagi bertemu dengan Rai Mantra untuk mengomunikasikan posisi keduanya.

“Saya minta koalisi yang melakukan komunikasi semuanya. Jangan saya-lah,” tegas Sudikerta, saat ditemui usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (21/11).

Meski kini ogah bertemu Rai Mantra, namun sebelumnya Sudikerta dan Rai Mantra sudah berbicara empat mata di kediaman Rai Mantra. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya sama-sama tak mau mengalah untuk menjadi calon wakil gubernur.

Sayangnya, Sudikerta tak mau menjelaskan lebih lanjut alasan dirinya menolak duduk satu meja dengan Rai Mantra. Ia menyerahkan sepenuhnya masalah komunikasi kepada Koalisi Rakyat Bali, yang dimotori Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Hanura, PKPI, PAN, PKS dan Partai Perindo.

Meski ogah temui Rai Mantra, namun Sudikerta justru berharap Pilgub Bali 2018 menjadi panggung tarung head to head dirinya dengan Wayan Koster-Tjokorda Oka Ardhana Sukawati alias Cok Ace, yang telah resmi direkomendasikan PDIP. Andai head to head gagal, Sudikerta siap dengan kemungkinan tarung segitiga.

"Saya maunya tarung head to head. Tetapi kalau ada lebih dari dua pasangan calon, apapun yang terjadi kita siap," pungkas Sudikerta, dengan percaya diri.