Diposting : 16 June 2017 19:52
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Lebaran
Keterangan Gambar: 
POSKO - Pembukaan Posko Monitoring Angkutan Lebaran di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

BALI TRIBUNE - Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyiagakan Posko Monitoring Angkutan Lebaran 1438 H/2017 M guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang saat libur Lebaran. Posko Lebaran yang berlokasi di area publik terminal domestik ini berlangsung selama 26 hari terhitung 15 Juni 2017 hingga 11 Juli 2017.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi menjelaskan, selain Angkasa Pura I, posko monitoring yang beroperasi selama 24 jam juga melibatkan komunitas bandara lainnya, antara lain Otoritas Bandara WIl. IV, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, para airline dan ground handling.

Pihaknya secara khusus meminta partisipasi aktif seluruh pihak terkait dalam menjaga kelancaran layanan dan keamanan di bandara setempat. “Operasional bandara itu sangat kompleks, banyak pihak terlibat. Untuk memastikan operasional di semua lini dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman maka diperlukan sinergi yang solid dari semua unsur. Karena itu perlu dibentuk posko terpadu seperti ini,” jelas Yanus saat pembukaan Posko Monitoring Angkutan Lebaran, Kamis (15/6) di bandara setempat, Tuban, Badung.

Dia memprediksi pada Lebaran akan terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Bali dikarenakan bertepatan dengan liburan sekolah. Lonjakan penumpang kata dia juga sudah diantisipasi oleh airline dengan menambah seat capacity. Menurut Yanus, hingga posko ini dibuka, tercatat 6 airline sudah mengajukan permohonan extra flight atau penambahan penerbangan antara lain Citilink, Garuda Indonesia, Nam Air, Sriwijaya Air, Wings Air dan Lion Air.

Disebutkan Yanus, Lebaran 2017 ini, permintaan extra flight sebanyak 369 penerbangan. Jumlah itu naik hingga 129 persen dibandingkan tahun 2016 lalu hanya 226 extra flight. Sedangkan pertumbuhan penumpang sebanyak 12 persen. “Tahun ini ada yang berbeda. Selain menambah frekuensi penerbangan, ada juga yang menggunakan strategi perubahan tipe pesawat. Ini dilakukan oleh Garuda Indonesia yang merubah 11 penerbangannya menggunakan pesawat lebih besar,” ungkap Yanus.

Lebih lanjut dia menyatakan, selain menambah 12 penerbangan, Garuda Indonesia juga akan mengganti pesawat dari B737-800 kapasitas 162 menjadi yaitu B777 seri 300 yang memiliki kapasitas 393 kursi. Dengan adanya extra flight dan perubahan tipe pesawat, maka total tambahan kursi selama libur Lebaran ini mencapai 66.366. Sehingga dalam sehari akan ada penambahan sekitar 2.500 kursi.

Dengan adanya tambahan penerbangan ini, pihak Angkasa Pura I meminta para airline dan ground handling untuk memperhatikan kualitas layanannya sehingga dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan. “Airline dan ground handling harus mengoptimalkan waktu layanan. On time performance atau OTP harus dijaga betul-betul. Tidak boleh ada delay yang berkepanjangan,” tegas Yanus.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan persiapan. Selain memperhatikan kesiapan fasilitas utama seperti landas pacu, tempat parkir pesawat, dan peralatan keselamatan penerbangan juga akan melakukan rekayasa lalu lintas kendaraan. Upaya ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di dalam area bandara. Disamping itu dikatakannya, kelancaran di bandara juga sangat bergantung pada ketertiban para pengguna jasa.

“Untuk itu saya minta agar kita semua dapat bersama-sama mematuhi aturan yang ada. Para calon penumpang yang mau berangkat juga saya imbau untuk mengantisipasi kepadatan dengan datang lebih awal. Perhatikan barang bawaan, jangan memasukkan barang-barang yang dilarang masuk ke dalam pesawat. Sehingga dapat mempercepat proses pemeriksaan security,” imbuhnya.

Yanus menambahkan puncak mudik di bandara setempat akan berlangsung pada 23-24 Juni. Mengingat Bali merupakan tujuan wisata populer bagi turis domestik diperkirakan kedatangan penumpang di Bandara Ngurah Rai juga membludak dari hari-hari biasa. “Saat Lebaran penumpang yang datang dan berangkat tetap ramai di Bali,” ujar Yanus.

Posko Monitoring Angkutan Lebaran tahun ini kata dia menyiagakan sebanyak 1500an personel dari Otoritas Bandara WIl. IV, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, para airline dan ground handling.