Diposting : 15 May 2019 02:20
Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/Caleg PDIP Yunita Oktarini

PERLINDUNGAN dan pemberdayaan perempuan dan anak menjadi motivasi bagi Ni Putu Yunita Oktarini untuk merebut kursi anggota DPRD Badung. Politisi PDI Perjuangan asal Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta ini, mengaku ingin berbuat maksimal bagi kaum perempuan. Pasalnya, di dunia politik perempuan terkadang dipandang sebelah mata. Sehingga suara-suara perempuan terkadang tidak banyak didengar.

“Saya kembali lolos ke DPRD Badung berkat dukungan ibu-ibu PKK di Dapil Kuta. Jadi, dukungan dan pilihan PKK ini harus saya hormati dan jaga. Apa yang menjadi keinginan dan aspirasi para PKK ini harus saya perjuangan selama duduk di legislatif,” kata Yunita Oktarini belum lama ini.

Menurutnya banyak aspirasi perempuan yang didapat ketika dirinya simakrama dan turun kampanye di Pemilu Legislatif (Pileg) lalu. Diantaranya adalah bagaimana membuat peraturan untuk memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Selama ini, kata dia, Pemkab Badung telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan perempuan dan anak. Akan tetapi, implimentasi dari payung hukum itu belum begitu dirasakan oleh kaum perempuan khususnya para ibu rumah tangga.

“Tugas saya adalah bagaimana ibu dan anak ini benar-benar mendapatkan haknya. Kasian, mereka (ibu-ibu) masih banyak yang hanya dijadikan sebagai ibu rumah tangga, tanpa bisa berkarir,” terang Putri Indonesia Tahun 2006 itu.

Ia pun berharap ke depan ada sebuah payung hukum atau semacam peraturan bupati yang memperkuat hak-hak perempuan dimata masyarakat. Menurutnya dengan kuota 30 persen untuk kaum perempuan dibidang politik tidak lah cukup untuk memberikan kesempatan bagi perempuan untuk bersuara di kancah politik.

“Contohnya  di politik, kuota 30 persen harus diisi perempuan menurut saya tidak cukup. Karena banyak kok perempuan-perempuan hebat di negeri ini, cuma karena dibatasi mereka tidak terlihat,” tegasnya.

Dengan bertambahnya jumlah keterwakilan perempuan di DPRD Badung, Yunita berharap suara perempuan semakin didengar di legislatif. Pasalnya, dengan bertambahnya wakil rakyat perempuan dari satu menjadi delapan orang menandakan semakin bangkitnya kaum perempuan untuk sejajar dengan kaum laki-laki di Kabupaten Badung.

“Di DPRD Badung perempuan biasanya hanya ada satu wakil, sekarang menjadi delapan. Artinya, perempuan mulai dipercaya oleh masyarakat. Kami harap srikandi-srikandi yang lolos ke dewan Badung ini mulai diperhitungkan,” kata Yunita.

Selain konsen di bidang perlindungan ibu dan anak, caleg peraih 5.158 suara ini juga mengaku akan menggeber pendidikan gratis bagi putra-putri asli Badung. Menurutnya, program pendidikan gratis yang diterapkan pemerintahan Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung patut dikawal. Jangan sampai ada putra-putri asli Gumi Keris tidak kecipratan program unggulan pemerintah ini.

“Selain perlindungan terhadap perempuan, saya juga konsen dengan pendidikan gratis. Kedepan selain gratis, kualitas pendidikan kita juga harus ditingkatkan,” pungkasnya.