Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 24 July 2017 21:43
redaksi - Bali Tribune
CFD
Keterangan Gambar: 
NILA - Manfaatkan arena CFD, DKPKP Gianyar bantu petani pasarkan ikan nila.

BALI TRIBUNE - Di tengah ‘booming’ kuliner mujair nyat-nyat, permintaan ikan mujair terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mujair Batur yang sudah melekati masyarakat sebagai yang terbaik, kerap menjadi ganjalan pemasaran ikan mujair maupun nila di kabupaten lain termasuk Gianyar.

Kini, di tengah langkanya mujair Batur akibat musibah ikan keracunan massal, Nila Gianyar pun mulai menjadikan alternatif. Untuk memperkenalkan, Nila Gianyar ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar pun ikut melakukan memasarkannya.

Memperkenalkan Nila Gianyar hasil kelompok petani ikan di Desa Gitgit Gianyar, DKPKP Gianyar memanfaatkan momen car free day ( CFD),Minggu (23/7). Pemasaran di CFD ini baru pertama kali dilakukan dan akan terus berlangsung.

Untuk pertama kali, yang dipasarkan adalah ikan nila hasil kelompok petani ikan di Desa Gitgit. Langkah ini cukup berhasil menarik minat masyarakat. Terbukti, stand yang terletak persis di depan SMPN 1 Gianyar itu, banyak dikunjungi ibu rumah tangga.

Dari 57 kg ikan hanya tersisa sedikit. “ Kali ini baru ikan Nila Gitgit, tidak menutup kemungkinan kelompok petani ikan di wilayah lain juga akan kami pasarkan di sini,” ungkap Kepala Dinas DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir Dewi Hariani.

Pihaknya akan terus berupaya untuk mensejahterakan para kelompok tani di Kabupaten Gianyar melalui berbagai terobosan program. Karena itupula komoditi ikan nila ini akan terus dipasrakan dalam setiap kesempatan.

Setidaknya sebagai alternatif pengganti komuditas ikan mujiar batur yang harganya fluktuatif. “Dari segi kualitas, ikan nila Gianyar bisa dibuktikan. Sejumlah pengusaha kuliner mujair nyat-nyat juga kini sudah banyak yang melirik nila ini,” terangnya.  

Dalam upaya lainnya, pihaknya juga bekerja sama dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar, menebarkan bibit ikan nila sekitar 100 kg atau sekitar 900 ekor benih ikan di saluran irigasi atau perairan umum di Desa Gitgit.

Saat ini di Desa Gitgit Gianyar terdapat 6 kelompok petani ikan kolam air deras dan tambak. Jadi, pihaknya tidak hanya membantu di hulu dengan bantuan benih ikan dan cara budidaya namun juga membantu hingga pemasaran (hilir).

Selain itu, pihaknya beberapa waktu lalu juga mengadakan sosialisasi Demplot Mina Padi di Kelompok Mina Tambak Sari di Desa Kendran Gianyar. Selain sosialisasi juga dilakukan penebaran benih ikan Karper di areal persawahan setempat.

Ini merupakan integrase antara padi dan ikan yang dipelihara bersama. Menurut Dewi Hariani dipilihnya ikan jenis karper karena ikan ini dikenal dengan karakteristiknya yang agak ribut atau berisik. Jadi ampuh untuk mengusir tikus ataupun burung yang menjadi hama padi.