Diposting : 18 July 2019 12:28
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ KUNJUNGAN - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengunjungi Tukad Badung, Selasa (16/7).
balitribune.co.id | Denpasar -  Penataan Tukad Badung yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan. Selain itu penataan juga bertujuan untuk menciptakan agar tukad tertata rapi dan bebas dari sampah sepanjang 800 meter melintasi Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Dari inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar berhasil meraih Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2019 peringkat II tingkat nasional.
 
Untuk mengetahui secara langsung penataan pembangunan Tukad Badung, sekaligus mengoptimalkan manfaat dari pelaksanaan Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2019 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) menggelar Whokshop  Knowledge Sharing Pembangunan Daerah di Bali diikuti 54 Bappeda Provinsi kabupaten/kota se Indonesia. Salah satu agenda  Whorkshop  Knowledge Sharing  tersebut adalah mengunjungi  Tukad Badung.
 
Kunjungan yang dipimpin Kepala Sub Direktorat Pemantauan Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah Wilayah IV Andi Setyo Pambudi disambut hangat Kepala Bappeda Kota Denpasar I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Selasa (16/7) di Tukad Badung.
 
 Dalam kunjungan tersebut Wisnu Wijaya Kusuma memperkenalkan dan menjelaskan secara detail tentang proses pembangunan Tukad Badung kepada seluruh rombongan.
 
Menurutnya  pembangunan secara sederhana dapat digambarkan sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan di Kota Denpasar dilaksanakan untuk mewujudkan Visi Pemerintah Kota Denpasar Tahun 2016-2021 yaitu “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan”. Visi Pemerintah Kota Denpasar Tahun 2016-2021 dijabarkan dalam 16 sasaran dan 29 indikator sasaran. Reduksi Sampah menjadi salah satu indikator sasaran yang ditetapkan. 
 
“Maka revitalisasi menjadi salah satu cara kami untuk menata sungai menjadi bersih dan rapi serta bebas dari sampah plastik,” kata Wisnu Wijaya
 
Dari inovasi Penataan Tukad Badung  kata Wisnu mengantarkan Pemerintah Kota Denpasar meraih Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2019. Selain itu seluruh Bappeda provinsi kabupaten/kota hari ini bisa mengunjungi Tukad Badung. Dengan kunjungan ini mengaku nama Kota Denpasar semakin dikenal di tingkat nasional. 
 
“Dengan kunjungan ini kami harapkan penataan Tukad Badung bisa diterapkan di daerah lainnya. Semakin banyak perhatian terhadap lingkungan khususnya sungai maka sampah plastik dari ulur ke hilir bisa di atasi dengan baik,” ungkapnya.
 
Kepala Sub Detorat Pemantauan Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah Wilayah IV Andi Setyo Pambudi mengatakan, Pemkot Denpasar bisa melaksanakan pembangunan ini dengan baik. Menurutnya Pemkot Denpasar benar-benar menata dengan banyak tujuan, pertama adalah kebersihan lingkungan. Selain selain itu inovasi ini juga sesuai dengan RKP 2019 yang ada di dokumen perencanaan Kota Denpasar. 
 
“Saya menangkap harmonis dengan alam di wujudkan Pemkot Denpasar dengan cara menata Tukad Badung, itu sangatlah bagus,” ungkap Andi Satyo Pambudi.
 
Selain itu pembangunan Tukad Badung ini langsung dikelola oleh Pemkot Denpasar. Karena menurutnya kriteria dari  pembangunan daerah adalah dilakukan oleh pemerintah daerah itu sendiri. “Saya kira pembangunan ini cukup berhasil,  masyarakat mendapatkan manfaatnya, penataan lingkungannya juga lebih rapi bagus dan sampah bisa di atasi sehingga kehidupan seperti ikan bisa kembali seperti semula,” imbuhnya.
 
Ia menjelaskan, yang paling unik dari Tukad Badung ini adalah diapit dua pasar tradisonal. Dengan merevitalisasi sungai seperti ini orang akan semakin enggan untuk membuang sampah ke sungai. Karena yang disasar Pemerintah Provinsi adalah bagaimana mengubah prilaku masyarakat dengan contoh pembangunan baik seperti ini.  Ia  mengharapkan agar Denpasar terus melakukan inovasi, sehingga nanntinya meraih peringkat pertama dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). “Saya yakin Kota Denpasar bisa lebih kreatif lagi,” ucapnya.