Diposting : 24 March 2016 14:45
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
DEMO – Sekitar 150 orangtua atlet taekwondo Kota Denpasar Rabu kemarin menyampaikan aspirasinya terkait pengurangan kelas cabor taekwondo pada Porsenijar 2016.

Denpasar, Bali Tribune

Sejumlah massa dari Aliansi Orangtua Atlet Taekwondo (Aorta) Kota Denpasar, Rabu (23/3) menggelar demo ke Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar. Demo dilakukan lantaran pada Porsenijar Kota Denpasar 2016, untuk cabor taekwondo terjadi pengurangan dari 10 kelas menjadi 5 kelas.

Sedikitnya 150 orangtua atlet taekwondo Kota Denpasar yang didominasi ibu-ibu itu, berjalan kaki dari GOR Ngurah Rai Denpasar, ke Disdikpora, yang jaraknya tidak terlalu jauh. Mereka menyampaikan tiga tuntutan terhadap tim sub seksi Porcam dan Porsenijar Kota Denpasar terkait pengurangan kelas yang dipertandingkan itu.

“Tiga tuntutan kami itu, yang pertama pada Porsenijar Denpasar tahun ini, kelas yang dipertandingkan dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni 10 kelas dan bukan 5 kelas, untuk kategori SD, SMP dan SMA,” ujar salah seorang orangtua atlet, Gusti Ayu Artini, di depan Kantor Disdikpora Denpasar, kemarin.

Tuntutan kedua, yakni mengganti dan memberhentikan sub seksi cabor taekwondo, yang tidak paham dan tidak berkompeten, dan mengganti dengan pihak yang lebih paham dan lebih berkompeten.

Ketiga, lanjutnya, memeriksa laporan keuangan dan pertanggung jawaban yang diberikan sub seksi cabor taekwondo tahun 2010-2015, yang tidak transparan, serta melaporkan kepada kejaksaan dan pihak berwajib.

“Itu yang kami tuntut. Bagaimana anak-anak kita bisa bertanding dengan sportif, jika hanya mempertandingkan 5 kelas. Akibatnya, yang muncul anak-anak kami yang beratnya kurang, harus melawan atau naik kelas melawan anak yang beratnya di atasnya. Jadinya sangat tidak berimbang,” tambahnya.

Di lain pihak, setelah menerima empat perwakilan Aorta yakni, Eko Saputro, Yudi Sudaryanto, Gus Ari dan Adi Widiatmika, Kadisdikpora Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta langsung menemui Aorta.

Pihaknya menyampaikan, jika menghargai keinginan Aorta. “Kami sangat menghargai Aorta, dengan komunikasi yang bagus, apalagi semua ini demi pembinaan atlet-atlet taekwondo Denpasar ke level nasional. Secepatnya kami berikan kabar, dalam memberikan solusi terbaik untuk persoalan ini,” tukasnya.