Bali Tribune, Selasa 21 November 2017
Diposting : 9 September 2017 14:32
Valdi S Ginta - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Jenazah pasutri warga negara Jepang saat dievakuasi ke RSUP Sanglah untuk diotopsi.

BALI TRIBUNE - Meski sudah melakukan otopsi terhadap jenazah pasangan suami istri (pasutri) warga negara Jepang pada Jumat (8/9) sekitar pukul 09.30 Wita, pihak Kedokteran Forensik RSUP Sanglah masih belum bisa menentukan sebab-sebab kematiannya. Pasutri ini ditemukan tewas terbakar di Perumahan Puri Gading Jimbaran Kabupaten Badung pada Senin (4/9) lalu.

Nihilnya hasil tersebut dikarenakan pihak Kedokteran Forensik harus melakukan uji laboratorium, yakni pemeriksaan toksikologi dan patologi anatomi terhadap tubuh jenazah Hiroko Matsuba (76) dan Nurio Matsuba (76), yang ditemukan terpanggang di kamarnya di Perumahan Puri Gading Jimbaran Blok F Nomor 6 itu.
“Sebab-sebab kematiannya belum bisa kami tentukan karena perlu uji lab toksikologi dan patologi anatomi,” ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, Sp.F.DFM saat ditemui seusai melakuka otopsi, kemarin.
Pemeriksaan toksikologi, lanjut dia, dilakukan dengan mengambil sampel dari darah, kencing dan cairan tubuh. Sedangkan pemeriksaan patologi anatomo dengan mengambil bagian organ dalam. “Kita ambil sampel kecil untuk pemeriksaan mikroskopis,” ujarnya.
Sehingga dengan demikian, pihaknya belum bisa menentukan sebab matinya kedua warga negara Jepang tersebut. Sampel untuk uji laboratorium, dikatakan dr Dusut, telah diambil saat otopsi itu. Pihaknya tidak memastikan kapan hasil uji lab sampel itu keluar. “Hasilnya ya secepatnya,” tandasnya.
Tidak hanya sebab kematiannya yang belum bisa diungkapkan, waktu kematian juga enggan (belum bisa) diungkapkan kepada media. Dudut beralasan akan mengganggu penyelidikan.