Diposting : 27 September 2017 20:01
Redaksi - Bali Tribune
DLH
Keterangan Gambar: 
PEMBINAAN - Pelaksanaan Pembinaan di UPT Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Selasa (26/9).

BALI TRIBUNE - Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara melakukan pembinaan di UPT Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Selasa (26/9). Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas pada Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Awang Erry Sofyar Irawan, mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan pembinaan ke semua laboratorium daerah.

Disebutkan,  lab merupakan sarana prasaran penting di DLH. P3E dalam mengoptimalkan keberadaan laboratorium di Bali, membentuk klaster-klaster. Untuk di Bali dibentuk 5 klaster. Karena Gianyar memiliki potensi, dijadikan klaster utama. Untuk pengembangan lab di DLH Gianyar, ia akan terus melakukan pembinaan. Sedangkan, kriteria yang akan dibuat, ia serahkan sepenuhnya kepada pengelola lab di daerah. Ada 32 parameter dalam pengujuan air. Hanya saja, tidak harus sekaligus parameter itu ada. Bisa dilakukan secara bertahap. "Untuk Gianyar, target awal tujuh parameter. Nantinya akan ditambah secara bertahap," jelasnya. 

Baginya, laboratorium air sangatlah penting, untuk menguji kualitas air dan juga untuk mengetahui gambaran kondisi air saat ini. "Di Gianyar kualitas air masih di atas baku mutu. Kita harapkan dilakukan pengujian dua kali dalam setahun, sehingga kualitas air tetap terjaga," harapnya.

Kepala DLH Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra didampingi Unit Pelayanan Terpadu Labotarium DLH Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Diah Mantiasih mengakui kalau sampai saat ini air di Kabupaten Gianyar belum tercemar. Namun, menurut Kujus pencemaran itu mesti diantisipasi keberadaannya, sehingga ke depan tidak terjadi pencemaran. Indikasi pencemaran itu akan terjadi di Kabupaten Gianyar mengingat begitu banyaknya pabrik-pabrik yang sudah mulai mencemari sungai. "Dengan adanya labotarium ini mudah-mudahan semua bisa diatasi secara dini," katanya. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan sungai, sehingga sungai tidak tercemar dan kualitas air akan tetap terjaga.

Pria asal Kesian, Gianyar ini meminta agar keberadaan laboratorium di DLH dioptimalkan karena akan mampu menyumbangkan PAD. "Saya akan mengoptimalkan keberadaan lab ini. Dan akan membuat kajian dan telaahan, sehingga lab bisa berfungsi dengan maksimal. Nantinya pemilik hotel akan diarahkan menguji kualitas air di hotelnya pada lab yang dimiliki Pemkab Gianyar ini," pungkasnya.