Diposting : 13 August 2018 20:59
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
MUSNAHKAN - Bupati Artha bersama Forkopinda dan Kepala BB POM Denpasar memusnahkan 900 jenis produk kadaluwarsa.
BALI TRIBUNE - Pameran Industri dan Kerajinan ke 14 dibuka oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Sabtu (11/8), di Parkir Belakang Kantor Bupati Jembrana. Pembukaan pameran juga dihadiri oleh Wabup Made Kembang Hartawan, Anggota Forkopimda Jembrana, Ketua Pengadilan Negeri Negara, Pejabat Kepala OPD Pemkab Jembrana dan Kepala Dinas Koperasi UKM se Bali. 
 
Pada kegiatan serangkaian HUT Kota Negara ke 123 ini juga lakukan pemusnahan makanan dan minuman kadaluarsa oleh Bupati Artha secara simbolis bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. Sebanyak 900 produk makanan yang dimusnahkan ini merupakan sitaan hasil operasi makanan dan minuman kadaluarsa diwilayah Kecamatan Negara yang digelar 30 Juli 2018. 
 
Bupati Artha menghimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan teliti dalam mengkonsumsi produk. Bupati Artha juga mewanti-wanti agar produsen atau distributor juga aktif dalam mengececk barang yang didistribusikan dan dijual kepedagang. “Distributor juga harus ikut rutin mengecheck barangnya, dan menukar barang yang sudah kadaluarsa dengan yang baru. Kasihan masyarakat kita yang awam,” ujar Bupati Artha.
 
Terkait Pameran Industri dan Kerajinan ke 14, Bupati  Artha mengatakan ajang pameran kali ini merupakan ajang perbandingan bagi UMKM Jembrana. “Setiap tahunnya diadakan pameran ini dan mengundang UMKM di luar Jembrana dan Luar Bali, tujuannya agar UMKM Jembrana bisa membandingkan dengan UMKM luar Bali. Jika tidak membandingkan dengan UMKM lain tentunya akan merasa selalu lebih baik, dengan melihat UMKM lain bisa jadi termotivasi. UMKM kita juga bisa belajar pemasaran, trend yang ada dan melihat pangsa pasar yang ada. Agar tidak terjadi ketimpangan,” ungkapnya.
 
Selain itu menurut Artha, pelaksanaan pameran ini juga sebagai ajang evaluasi terhadap keberadaan UMKM khususnya di Jembrana, dimana nantinya UMKM yang digemari masyarakat akan terus didorong untuk maju. Bupati Artha berharap pelaksanaan pameran ini agar setiap tahunnya bisa berevolusi. “Ke depannya gara dibuat tidak monoton sehingga bisa selalu menarik perhatian masyarakat. Dengan adanya inovasi masyarakat tidak akan merasa bosan untuk datang mengunjungi ke pameran ini. Pengunjung juga akan lebih baik jika tidak hanya melihat saja, namun juga diharapakan bisa membeli kerajinan produk UMKM Jembrana,” tandasnya.
 
 Dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, Made Gede Budhiarta mengatakan pameran ini diselenggarakan selama 11 hari mulai sejak dibuka Sabtu, (11/8) hingga berkahir dan ditutup pada Selasa (21/8). Pihaknya menyediakan sebanyak 113 stand yang diisi oleh 207 peserta dari berbagai bidang UMKM, BUMD dan BUMN. Pihaknya juga menggelarfashion show dengan kain endek, festival kuliner, penandatangan MuU Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan pihak Kemenkumham serta launching mascot dan penyematan pin Si Koncer (Konsumen Cerdas).