Bali Tribune, Selasa 19 Juni 2018
Diposting : 28 August 2017 17:42
Khairil Anwar - Bali Tribune
DILANTIK
Keterangan Gambar: 
LANTIK - Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Minggu (27/8), melantik Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng.

BALI TRIBUNE - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan, keberadaan Bandara di Bali Utara merupakan keinginan masyarakat Bali secara keseluruhan,  mengingat Bandaar Ngurah Rai selama ini sudah nyaris tidak mampu menampung mobilitas transporatsi udara.

Hal itu disampaikan usai dilantik untuk kali kedua menjadi Bupati Buleleng bersama Wakil Bupati Nyoman Sutjidra oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Minggu (27/8), di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Baginya tidak penting soal lokasi, namun jika mengacu kepada RTRW Bali dan RTW Buleleng keberadaan Bandar yang saat ini masih menjadi polemik berada di Bali Utara. ”Masalah siapa yang membangun dan kapan dibangun saya sendiri belum tahu persis. Namun untuk penentuan titik lokasi kita menunggu keputusan Kemenhub RI karena itu menjadi kewenangannya,” ujar Suradnyana.   Terkait keberadaan bandara, tidak hanya soal zona ruang saja namun aspek teknis menjadi pertimbangan utama saat menentukan titik lokasi.

Tidak hanya soal bandara, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini juga menjanjikan programnya setelah dilantik untuk membuka akses yang lebih mudah dari Bali Selatan ke Bali utara. Agus Suradnyana mengaku akan mengembangkan sektor jasa, investasi dan pertanian sehingga diperlukan percepatan mewujudkan aksesibilitas tersebut. “Harapan ke depan dengan adanya aksesibilitas dari Bali Selatan ke Bali Utara, pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa dan investasi akan semakin cepat. Kita akan mohon ke Pemerintah Pusat agar aksesibilitas di Buleleng lebih dibuka untuk mengembangkan perekonomian. Itu gambaran makronya,” ucapnya.

Terkait angka kemiskinan yang jumlahnya cukup signifikan, Bupati menyebut penyebanya jumlah penduduk yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah penduduk di kabupaten lain di Bali. Ia membandingkan dengan kabupaten lain dengan tingkat kepadatan penduduk lebih sedikit tiga kali lipat di banding Buleleng. Sebagai gambaran, ada salah satu daerah yang hanya memiliki jumlah penduduk sebanyak 250 ribu, Buleleng sudah 900 ribu. Buleleng juga memiliki kondisi geografis yang paling luas di Bali. Oleh karena itu, kondisi di Buleleng tidak bisa disamakan dengan Kabupaten lain dalam hal jumlah. Yang penting, secara kualitas kita terus berupaya terus meningkatkan di beberapa sektor utamanya sektor kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi di Buleleng,” katanya.