Pasar Senggol Gianyar Perlu Penataan | Bali Tribune
Diposting : 27 April 2017 20:30
redaksi - Bali Tribune
PASAR
SEMRAWUT - Pasar Senggol Gianyar yang semrawut dan kumuh, diharapkan ditata kembali.

BALI TRIBUNE - Pasar Senggol Gianyar yang menjadi pusat jajanan dan makanan khas Gianyar, saat ini kondisinya memprihatinkan.  Sebagai pusat makanan yang  didatangi wisatawan lokal hingga mancanegara, masih terkesan kumuh dan semrawut.  Karena itu, Pemkab Gianyar diharapkan melakukan penataan, agar aset pusat kuliner ini tidak ditinggalkan pengunjung.

Sorotan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta, Rabu (26/4). Disebutkan, pasar senggol tersebut yang sebagai ikon Kabupaten Gianyar juga sebagai destinasi wisatawan baik lokal dan mancanegara. "Dari kondisi sekarang, pasar senggol perlu mendapatkan penataan sehingga lebih memberikan kontribusi yang maksimal," harap Tagel Winarta.

Penataan yang dimaksud Tagel Winarta adalah Senggol Gianyar menjadi lebih artistik dan lebih memberi kenyamanan kepada pengunjung. Setidaknya memberikan kesan nyaman  dengan penataan pedagang yang lebih rapi menyesuaikan komoditasnya. “Jika tempatnya membuat nyaman, minat  masyarakat untuk mendatangi pasar senggol pasti meningkat. Apalagi, untuk urusan makanan dan jajanan, Kuliner Gianyar sudah sangat dikenal,” bangganya.

Diakui Tagel, dibeberapa titik pasar senggol masih ada yang perlu mendapat perbaikan, seperti areal pasar senggol yang sudah berlubang dan tergenang air. Di sisi lain, belum maksimalnya juga tempat sampah, termasuk areal parkir yang nyaman.

Kadis Perindag Gianyar, Wayan Suamba mengapresiasi sorotan Legislatif tersebut. Disebutkan, pihaknya sudah memiliki  program melakukan penataan. Mengenai  rumusan terkait penataan pasar senggol tersebut sudah disiapkan agar kondisinya lebih bagus dari saat ini. “Penataan Pasar Senggol Gianyar juga akan melibatkan Desa Adat Gianyar, mengingat pengelolaan pasar senggol juga bekerja sama dengan desa adat,” terangnya.

Penataan pasar senggol ini juga nantinya akan dijadikan obyek kunjungan oleh delegasi JKPI dan negara-negara yang tergabung dalam jaringan Kota Pusaka Dunia. “Bulan September nanti pasar senggol akan dijadikan obyek kunjungan delegasi JKPI dan delegasi dunia, tentunya sebelum bulan itu kami sudah selesai melakukan penataan,” beber Suamba.

Hanya saja, Suamba tidak membeber berapa anggaran yang disiapkan untuk penataan pasar senggol tersebut. Hanya dikatakannya lagi, selain penataan areal, juga dilakukan penataan taman, tempat parkir dan pasilitas penunjang lainnya seperti toilet umum.