Bali Tribune, Minggu 22 Juli 2018
Diposting : 16 May 2018 17:36
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
agama
Keterangan Gambar: 
Perwakilan FKUB, Polres dan Kodim bersama tokoh lintas agama di Tabanan mendeklarasikan penyamaan persepsi dalam menjaga keamanan di wilayah itu.
BALI TRIBUNE - Pasca ledakan bom di Surabaya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tabanan bersama Polres dan  Kodim setempat menggelar deklarasi bersama di Warung Be Jawa, Dukuh Tabanan, Senin (14/5) malam lalu. Kegiatan ditujukan guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta penyamaan persepsi dalam menjaga keamanan.
 
Ditandatangani perwakilan tokoh-tokoh agama diantaranya, Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra, Perwakilan Umat Budha Tabanan, Liem Surya Adinata, MUI Tabanan, H. Rif'an, Ketua Dewan Paroki Gereja Katolik Tabanan, Gabriel Ari Mardawa Kencana, Ketua MPAG Tabanan, Pdt. Thomas Marlisa, Ketua Khonghucu Tabanan, Andra Jaya, dan tentunya diketahui oleb Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa dan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Hasan Abdullah.
 
Disela-sela kegiatan, Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan bahwa Bali adalah tempat yang damai sehingga kerukunan antar umat beragama harus dijaga.
 
"Kami juga akan mengaktifkan tri pilar Desa yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Perbekel," tegasnya.
 
Pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan di wilayah Polres Tabanan dengan menggiatkan patroli gabungan, serta meningkatkan peningkatan objek-objek vital, termasuk kegiatan umat beragama.
 
"Dan apabila ada yang mencurigakan dilaporkan saja kepada aparat setempat, nanti kamu yang bertugas memprofiling orang itu apakah berkaitan dengan terorisme atau tidak," sambungnya.
 
Dirinya pun berharap, dengan adanya deklarasi tersebut dapat meredam gejolak yang ada berkaitan dengan rentetan kejadian aksi terorisme di Surabaya. "Maka dari itu kami mengundang FKUB untuk menyamakan persepsi dalam menjaga keutuhan NKRI," tandasnya.
 
Sementara Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf Hasan Abdullah menegaskan, para tokoh agama yang hadir menyepakati beberapa poin dalam deklarasi yang intinya terorisme dan radikalisme musuh semua masyarakat dan siap memeranginya.
 
Ditambahkannya, sinergitas TNI dengan Polri secara fisik kita melaksanakan patroli bersama, secara intelkam pihaknya melakukan pendataan penduduk pendatang (duktang).
 
Selanjutnya, Ketua FKUB Tabanan, I Wayan Tontra menyampaikan bahwa pihaknya mengecam keras aksi teror tersebut dan berharap peristiwa itu tidak terjadi lagi di daerah manapun.
 
"Kami berkumpul untuk mempererat persatuan antar agama intern maupun Pemerintah, dan kami mendukung tindakan dari Polri maupun TNI, serta kami berdoa mudah-mudahan NKRI tetap jaya, selama air dari gunung mengalir ke laut, selama itu juga Indonesia jaya," tegasnya.
 
Adapun beberapa poin dalam deklarasi tersebut diantaranya adalah aksi teror bom tersebut tidak ada kaitannya dengan agama apapun, teror itu adalah oknum yang membajak agama untuk kepentingan sendiri.