Bali Tribune, Sabtu 23 Juni 2018
Diposting : 14 June 2018 23:03
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
EKSOTIK - Kawasan Wisata Nusa Penida yang sangat berbahaya, namun sangat eksotik.

BALI TRIBUNE - Pasca meninggalnya wisatawan asal China Liang Wangchang di tebing Devil Tears, Nusa Penida, membuat instansi yang membidangi kepariwisataan instrospeksi. Dinas Pariwisata Klungkung melalui Kadis Nengah Sukasta, Rabu (13/6), menyatakan pihaknya kini sudah merancang desain pagar pengaman yang akan dipasang di tepi pantai Devil Tears, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Itu dilakukannya karena tebing pantai ini sudah kerap membawa korban jiwa wisatawan, seperti kasus meninggalnya wisatawan China Liang Wangchang (46) yang tewas akibat terjatuh dari tebing curam setinggi 5 m dari Pantai Devi Tears saat melakukan selfie seorang diri, Minggu (10/6). Korban terperosok dari atas tebing terjun bebas ke laut lepas, korban ditemukan tewas mengambang di tempat tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung  Nengah Sukasta  lebih jauh mengatakan untuk mengantisipasi jatuhnya korban lain wisatawan yang berkunjung di tebing pantai Devils Tears tersebut,dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pihak ASITA Bali. Untuk itu pihak ASITA Bali menyatakan siap membantu membuatkan pengamanan ditempat tersebut.

Pihak Asita Bali sejatinya sudah sekitar 3 bulan yang lalu siap membantu menyiapkan pagar pengamanan berbahan besi. Namun desain itu mendapat penolakan dari pelaku wisata serta sejumlah warga sekitar karena dinilai kurang artistik dengan alasan kawasan tersebut akan hilang keasriannya. Hal inilah menurut Sukasta yang menghambat pemasangan pagar besi tersebut. ”Mereka minta kita menggunakan kayu besi,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya kini tengah menggodok desain baru dan sudah diperlihatkan kepada masyarakat setempat, jikalau desain ini nantinya disetujui, baru pihaknya akan menggarapnya. Mengingat harga bahannya juga lebih mahal dari yang besi konvensional. “Kami berharap dengan pemasangan pagar nanti tidak ada lagi jatuh korban di tebing tersebut,” ujarnya.

Pihak Dinas Pariwisata Klungkung sudah juga mengimbau kepada para Guide yang sering yang mengantar wisatawan ke tempat tersebut bisa menyarankan pada tamunya agar menjaga jarak yang aman saat tamu mereka melakukan selfie di bibir tebing pantai Devil Tears tersebut, untuk keamanan para wisatawan yang di handelnya.

Menurut penuturan para guide yang merasa dikomplin akibat peristiwa jatuhnya tamu tamu ditempat tersebut, sejatinya mereka sudah mewanti-wanti wisatawan yang berkunjung, namun mereka sering berbuat aneh-aneh dan terkesan bandel tidak menghiraukan arahan dari Guide  yang mengantarnya. Malahan menurut mereka, para guide yang sering mengantar tamu ke tempat tersebut sudah berinisiatif  memasang papan imbauan kepada para wisatawan untuk tidak terlalu dekat di tebing tersebut saat mereka selfie.

 

Kadis pariwisata Klungkung I Nengah sukasta lebih jauh mengingatkan agar para wisatawan termasuk warga sekitar hendaknya ikut menjaga lokasi berbahaya tersebut agar tidak lagi terjadi korban wisatawan saat selfie di tempat tersebut.